Usai Putus Kontrak GoTo TAXI Express Jajaki Kerja Sama dengan Green SM

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:10:31 WIB
Ilustrasi Taxi Milik PT Express Trasindo Utama Tbk.

JAKARTA - PT Express Trasindo Utama Tbk. (TAXI) tengah menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan taksi listrik asal Vietnam, Xanh SM, yang beroperasi menggunakan merek Green and Smart Mobility (Green SM).

Manajemen TAXI dalam laporan keterbukaan informasi menyampaikan bahwa perseroan telah secara resmi mengakhiri hubungan kerja sama dengan PT Rekan Anak Bangsa, entitas usaha di bawah Grup GoTo, pada 2 Juli 2026.

"Perseroan saat ini masih berada pada tahap pembahasan awal terkait potensi kerja sama dengan Xanh SM. Pembahasan yang berlangsung masih bersifat penjajakan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan," ujar manajemen TAXI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (23/7/2026).

Adapun merek Green and Smart Mobility (GSM) milik Xanh SM tercatat mulai merambah dan berekspansi ke pasar otomotif Indonesia sejak akhir 2024 lalu.

Mengingat proses diskusi yang berjalan masih dalam fase penjajakan awal, pihak manajemen menyatakan belum dapat membeberkan secara detail mengenai bentuk serta rincian implementasi kerja sama tersebut.

"Apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang bersifat material dan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, perseroan akan menyampaikannya kepada publik," tulisnya.

Pengakhiran kontrak kerja sama dengan Grup GoTo tersebut berdampak langsung pada berkurangnya unit armada operasional TAXI hingga sekitar 30 persen.

Manajemen menegaskan bahwa selesainya hubungan kemitraan tersebut bukan disebabkan oleh tindakan wanprestasi dari salah satu pihak, melainkan karena masa kontrak telah berakhir sesuai kesepakatan bersama.

Berakhirnya masa kerja sama ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Express di tengah fokus perseroan mengoptimalkan pemanfaatan armada dan menambah sumber pendapatan baru.

"Terkait rencana pembiayaan, perseroan menggunakan fasilitas pembiayaan dari lembaga pembiayaan (leasing) untuk pengadaan kendaraan operasional. Kewajiban pembayaran angsuran kepada leasing dilakukan setiap bulan, dengan sumber pembayaran berasal dari setoran operasional yang diterima perseroan dari para pengemudi (driver) sesuai dengan skema kerja sama yang berlaku," ujar manajemen.

Dari aspek performa keuangan, TAXI mencatatkan tren perbaikan kinerja positif sepanjang kuartal I 2026.

Pendapatan perseroan melonjak mencapai Rp2,26 miliar dibandingkan perolehan kuartal I 2025 yang tercatat sebesar Rp668,09 juta.

Sementara itu, tingkat rugi bersih perseroan berhasil ditekan menjadi Rp322,59 juta dari posisi rugi periode sebelumnya yang membengkak hingga Rp1,93 miliar.

Terkini