ENRG Terbitkan Obligasi Rp250 Miliar Bunga 8,95 Persen untuk Anak Usaha

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:12:01 WIB
Ilustrasi Pekerja PT Energi Mega Persada Tbk.

JAKARTA - Emiten migas dari Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), berencana menerbitkan surat utang senilai Rp250 miliar sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada.

Berdasarkan dokumen prospektus, ENRG bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah nilai pokok mencapai Rp250 miliar.

Penerbitan surat utang ini merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada yang mematok target penggalangan dana sebesar Rp4 triliun.

Sebelumnya, ENRG telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada I Tahun 2025 sebesar Rp500 miliar, Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp1,15 triliun, serta Tahap III Tahun 2026 senilai Rp500 miliar.

Adapun instrumen obligasi ini diterbitkan tanpa warkat serta ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok.

Memiliki pokok senilai Rp250 miliar, surat utang ini menawarkan kupon tingkat bunga tetap sebesar 8,95 persen per tahun dengan masa tenor 370 hari kalender.

Pembayaran bunga dilakukan berkala tiap tiga bulan sejak tanggal emisi, di mana kupon pertama dibayarkan pada 28 Oktober 2026 dan kupon terakhir pada 8 Agustus 2027.

Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap IV Tahun 2026 ini telah mengantongi peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Pihak yang bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM), sedangkan wali amanat dipercayakan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan ENRG kepada entitas anak perusahaan dalam bentuk pinjaman modal kerja, yakni sekitar 52,69 persen untuk KEIL, 21,78 persen untuk EEES, dan 25,53 persen untuk ETE.

Berdasarkan jadwal emisi, tanggal efektif dicapai pada 23 Desember 2025, diikuti masa penawaran umum pada 23 Juli 2026, dan tanggal penjatahan pada 24 Juli 2026.

Selanjutnya, pengembalian uang pemesanan serta distribusi obligasi secara elektronik berlangsung pada 28 Juli 2026, hingga akhirnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juli 2026.

Terkini