Transaksi Perdagangan Pasar Fisik Emas ICDX Tumbuh 338 Persen

Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:18:31 WIB
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) .

JAKARTA - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatat lonjakan transaksi perdagangan pasar fisik emas digital sebesar 338 persen sepanjang semester I 2026 jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Volume transaksi tersebut melambung tinggi menembus angka 66.372.367 gram dari capaian periode sebelumnya yang mencatatkan angka 15.149.074 gram.

Apabila ditilik dari nilai transaksi, pembukuan sepanjang semester I 2026 menembus nilai Rp172,7 triliun, atau meroket 601 persen ketimbang periode serupa tahun 2025 yang berada pada angka Rp24,6 triliun.

“Adanya pertumbuhan transaksi ini mencerminkan terus meningkatnya minat masyarakat untuk memanfaatkan Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital sebagai salah satu alternatif investasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ICDX Nursalam dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Sebagai penyelenggara bursa, lanjutnya, ICDX berkomitmen menjaga independensi serta keterbukaan mekanisme perdagangan, seraya rutin menggarap agenda literasi dan edukasi berkelanjutan yang mengandalkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator hingga jajaran pedagang emas digital.

Mengenai entitas pedagang emas digital, saat ini tercatat ada enam perusahaan yang resmi terdaftar sebagai anggota bursa ICDX, meliputi PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Brankas LM), serta PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang).

Dalam lanskap ekosistem emas di tanah air, ICDX telah mengintegrasikan diri ke dalam Indonesia Bullion Market Association (IBMA), yakni wadah asosiasi untuk memacu ekspansi pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan lewat aksi kolaborasi, penataan standar, edukasi, hingga penguatan ekosistem industri nasional.

Di samping ICDX, jajaran anggota IBMA terdiri dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) Anang Samsudin menilai bahwa lompatan performa transaksi emas digital pada semester I 2026 dipicu oleh sejumlah aspek, di antaranya pemahaman literasi publik yang kian matang serta dinamika volatilitas harga emas yang bergerak dinamis.

Lantaran kondisi tersebut, kata Anang, instrumen emas digital bertransformasi menjadi salah satu sarana pilihan bagi para investor guna menjalankan diversifikasi aset maupun sebagai instrumen simpanan dalam peta perencanaan keuangan jangka panjang.

Sebagai organisasi yang memayungi pelaku industri emas digital di Indonesia, PPEDI menyatakan konsistensinya untuk mendampingi para anggota dalam mendongkrak tingkat literasi publik serta mempererat kolaborasi lintas pihak demi memperluas cakupan pasar emas digital secara nasional.

“Di sisi lain, perlindungan dan keamanan nasabah menjadi prioritas utama PPEDI. Kami terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan keamanan transaksi nasabah, termasuk memastikan ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset dari emas yang dimiliki oleh investor,” ungkap dia.

Terkini