Pengembangan KEK Samota di Sumbawa Diakselerasi Kementerian Pariwisata

Pengembangan KEK Samota di Sumbawa Diakselerasi Kementerian Pariwisata
Wisata KEK Samota.

JAKARTA — Kementerian Pariwisata terus memaksimalkan dukungan untuk memajukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, guna menjadikannya destinasi wisata bahari kelas dunia. Langkah ini ditujukan untuk membuka lapangan kerja baru, menggaet investor, serta mendorong ekonomi warga setempat.

"KEK Samota merupakan aset strategis bagi pariwisata Indonesia karena memadukan keindahan bahari, kekayaan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan yang terintegrasi. Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini, mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, hingga promosi investasi secara berkelanjutan," kata Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam agenda Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota pada Jumat (24/7), Wamenpar menyebutkan kawasan tersebut menyimpan potensi besar dari perpaduan kekayaan alam laut, area konservasi, dan adat lokal. Kombinasi ini dipandang menjadi modal utama dalam mewujudkan kawasan wisata bertaraf internasional yang dikelola secara terpadu.

Lebih lanjut, Ni Luh memaparkan bahwa pembangunan kawasan ini memadukan prinsip ekonomi biru, hijau, sirkular, serta kreatif. Skema tersebut tidak sekadar menyajikan destinasi unggulan, tetapi juga menguatkan sektor penunjang seperti perikanan, peternakan, agroindustri, hingga UMKM lokal.

Guna mendukung keterjangkauan, KEK Samota didukung oleh infrastruktur Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano yang menjembatani akses Pulau Sumbawa dan Lombok. Kelancaran konektivitas ini krusial untuk memudahkan pergerakan pelancong sekaligus memicu daya tarik investasi.

Prospek kawasan ini kian diperkuat oleh tren positif jumlah kunjungan wisatawan. Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa telah mengumpulkan 514.419 turis domestik, sedangkan Kabupaten Dompu membukukan 497.048 kunjungan.

Di samping itu, arus wisatawan asing yang masuk lewat Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok didominasi oleh pelancong dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, serta Prancis.

Pihak Kemenpar pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan KEK Samota agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"Pengembangan kawasan ini tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang," ujar Ni Luh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index