JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah mencatatkan koreksi pada penutupan sesi perdagangan Jumat (24/7/2026). Di tengah kondisi tersebut, perbankan nasional seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI merilis penyesuaian kurs dolar AS untuk akhir pekan ini.
Mata uang garuda terkoreksi sebesar 0,15 persen atau terdepresiasi 27 poin hingga tertahan di posisi Rp17.963 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut terkikis 0,09 persen menuju level 101,35.
Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak melemah pada kisaran rentang Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS akibat tekanan memanasnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menyoroti perkembangan konflik, Ibrahim mengungkapkan aksi milisi Houthi yang menyasar kapal tanker Saudi ENCELA dan LAYLIA usai mengklaim adanya pelanggaran blokade maritim wilayah setempat.
Langkah akselerasi konflik ini menyusul peringatan awal pekan terkait ancaman pemblokiran rute pelayaran terafiliasi Arab Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb, jalur vital pasokan energi dunia penghubung Laut Merah dan Teluk Aden.
“Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker untuk mengubah rute di sekitar Afrika selatan, memperpanjang perjalanan dan meningkatkan biaya pengiriman,” kata Ibrahim, Kamis (23/7/2026).
Potensi inflasi sektor energi global tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting Bank Sentral AS dalam penentuan arah kebijakan. Ibrahim menilai perhatian pelaku pasar saat ini berfokus pada agenda keputusan moneter The Fed pekan depan.
Berikut merupakan rincian harga beli dan jual kurs dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, serta BNI pada Sabtu (25/7/2026):
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan e-rate harga beli sebesar Rp17.895 dan harga jual Rp17.995 per dolar AS pada pukul 07.00 WIB. Sementara untuk jenis TT counter dan bank notes, BCA mematok nilai beli sebesar Rp17.795 serta nilai jual Rp18.070.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) per 24 Juli 2026 mematok e-rate harga beli Rp17.937 dan harga jual Rp17.979 per dolar AS. Pada opsi TT counter, BRI menetapkan patokan harga beli sebesar Rp17.880 dan harga jual senilai Rp18.080.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sejak 24 Juli 2026 merilis special rate untuk harga beli pada level Rp17.960 dan harga jual Rp17.990 per dolar AS. Adapun untuk jenis TT counter serta bank notes, harga beli dibanderol Rp17.750 dan harga jual berada pada angka Rp18.050.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 10.05 WIB menentukan special rates harga beli di angka Rp17.895 dan harga jual Rp17.995 per dolar AS. Sedangkan untuk kriteria TT counter, BNI mematok harga beli Rp17.750 dan harga jual Rp18.050, serta kategori bank notes dipatok pada harga beli Rp17.850 dan harga jual Rp18.050.