JAKARTA - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengantongi laba bersih sebesar US$572,48 juta sepanjang 2025, atau tumbuh 2,49 persen dibanding tahun sebelumnya di tengah dinamika geopolitik serta tantangan industri pelayaran dunia.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyatakan bahwa penguatan kapasitas armada menjadi fondasi utama bagi ekspansi dan pertumbuhan bisnis perseroan.
Jumlah armada kapal yang dikelola serta diawasi oleh PIS menembus 111 unit sebelum dilakukannya integrasi bisnis hilir di lingkungan Pertamina Group.
Dari sisi kinerja keuangan, PIS berhasil meraup total pendapatan usaha senilai US$3,33 miliar sepanjang 2025.
Capaian tersebut mendorong perolehan laba bersih perseroan naik 2,49 persen secara tahunan menjadi US$572,48 juta.
"Pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang kami capai di 2025 merupakan hasil dari kombinasi penguatan armada, ekspansi bisnis, disiplin operasional, dan efisiensi biaya yang konsisten kami jalankan di seluruh lini bisnis. Ini membuktikan bahwa PIS bisa terus bertumbuh di tengah tantangan geopolitik industri yang dinamis," katanya dalam siaran pers, Senin (27/7/2026).
Selain fokus memperkuat armada, PIS juga menggenjot diversifikasi sumber pendapatan melalui lini bisnis non-captive.
Sepanjang 2025, PIS sukses mengangkut gas alam cair (LNG) sebanyak 11 shipment, atau melesat 5,5 kali lipat dibandingkan capaian pada 2024.
Portofolio bisnis internasional juga diperluas lewat pengapalan Vinyl Chloride Monomer (VCM) sebanyak 28 shipment.
Di luar sektor energi, PIS untuk pertama kalinya mencatatkan sejarah dengan mengangkut 30.216 metrik ton slab steel demi memperluas jangkauan bisnis logistik.
Pada operasional harian, PIS mendistribusikan minyak mentah, produk olahan kilang, BBM, hingga LPG mencapai 107,69 miliar liter sepanjang 2025 guna menjaga ketahanan energi nasional.
Di samping pertumbuhan kinerja bisnis, PIS turut menyetor kontribusi sebesar Rp4,87 triliun kepada negara lewat pembayaran pajak serta dividen pada 2025.
Perseroan juga menorehkan pencapaian signifikan pada aspek keberlanjutan lingkungan.
PIS berhasil memangkas emisi karbon hingga 116.761 ton setara CO2 (tCO2e), atau setara 158 persen dari target yang ditetapkan untuk 2025.
Reduksi emisi ini utamanya didorong oleh efisiensi bahan bakar lewat optimalisasi rute pelayaran (voyage optimization).
Komitmen bisnis berkelanjutan tersebut membawa PIS mengamankan peringkat ESG skala BB dari lembaga pemeringkat MSCI.
Pada pilar sosial, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PIS menjangkau 76.151 penerima manfaat, termasuk pengoperasian Rumah Sakit Kapal di Waigeo.
Sementara untuk kelestarian ekosistem laut, PIS menanam 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, 625 terumbu karang, serta melakukan tagging pada 7 ekor hiu paus.