JAKARTA - Mata cekung kerap membuat penampilan wajah terlihat lelah, sayu, dan tampak lebih tua dari umur sebenarnya.
Kondisi tersebut ditandai dengan area sekitar atau bawah mata yang tampak masuk ke dalam hingga menimbulkan bayangan gelap.
Secara umum, mata cekung bukanlah penyakit berbahaya, namun dapat memengaruhi estetika serta rasa percaya diri.
Kendati demikian, apabila keluhan ini muncul mendadak, cuma terjadi pada satu sisi mata, atau dibarengi rasa nyeri dan gangguan penglihatan, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Sejumlah faktor yang menjadi pemicu mata tampak cekung antara lain proses penuaan alami akibat berkurangnya kolagen dan lemak wajah, kurang tidur, dehidrasi, hingga penurunan berat badan secara drastis.
Selain itu, faktor genetik, paparan sinar ultraviolet berlebihan, kebiasaan merokok, hingga kondisi medis tertentu seperti cedera rongga mata juga turut memengaruhi.
Guna mengatasi masalah ini, beberapa langkah mandiri dapat diterapkan seperti mencukupi tidur 7-9 jam sehari, memenuhi asupan air minum, serta mengonsumsi makanan kaya protein dan vitamin C.
Penggunaan tabir surya, penghentian kebiasaan merokok, serta pemakaian pelembap atau retinol sesuai anjuran medis juga sangat membantu menjaga elastisitas kulit.
Jika mata cekung disebabkan oleh faktor medis atau membutuhkan tindakan khusus seperti filler, konsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit atau dokter mata menjadi solusi terbaik.
Pemeriksaan medis wajib segera dilakukan jika kondisi ini disertai pembengkakan, nyeri hebat, atau muncul sesudah mengalami benturan pada area wajah.