JAKARTA - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meminta dukungan serta kampanye menyusui tidak berhenti sekadar pada pesan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.
AIMI menilai, narasi publik mengenai proses menyusui perlu diperluas karena perlindungan dan dukungan terhadap ibu menyusui seharusnya berlanjut hingga anak berusia dua tahun atau lebih.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum AIMI Pusat Nia Umar dan Divisi Advokasi AIMI Pusat Gina Sabrina atau Monik dalam konferensi pers Pekan Menyusui Dunia 2026 secara daring.
Menurut AIMI, pesan mengenai ASI eksklusif selama enam bulan memang penting, tetapi tidak seharusnya menjadi titik akhir dari kampanye menyusui di masyarakat.
Monik mengatakan, saat ini masih terdapat kesenjangan antara regulasi serta implementasi dukungan terhadap ibu menyusui di lapangan.
"Intervensi maupun narasi kampanye publik yang dilakukan oleh pemerintah itu hanya berhenti di angka enam bulan pertama," kata Monik.
Ia mencontohkan poster di fasilitas kesehatan yang biasanya hanya mengajak memberikan ASI eksklusif, padahal negara menjamin perlindungan lebih dari rentang waktu tersebut.
"Posternya itu kemudian tertulis dalam narasinya, berikan ASI eksklusif. Iya, itu benar, tetapi sebenarnya negara menjamin lebih dari itu," ujar Monik.
Penyusunan ulang narasi dinilai penting untuk mengikis stigma negatif di masyarakat terhadap ibu yang masih menyusui anaknya yang sudah tumbuh lebih besar.
Monik juga membagikan pengalaman pribadinya saat menyusui sang buah hati hingga berusia dua setengah tahun dan kerap mendapat pertanyaan dari lingkungan sekitar.
"Udah besar ya, kok masih menyusui? Udah, pakai susu aja," kata Monik menirukan komentar yang pernah diterimanya.
AIMI mendorong keterlibatan lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan perlindungan, termasuk kemudahan bagi ibu di tempat kerja.
"Semua stakeholder itu harus mencoba menyusun ulang narasi terhadap perlindungan ibu menyusui. Tidak berhenti di ASI eksklusif enam bulan, tetapi coba mulai mengembangkan narasi bisa lanjutkan menyusui hingga dua tahun atau lebih," ujarnya.
Ketua Umum AIMI Pusat Nia Umar menekankan bahwa keberhasilan proses menyusui membutuhkan ekosistem pendukung yang kuat dari berbagai pihak.
"Pemerintah penting mengeluarkan regulasi, aturan-aturannya untuk perlindungan ibu menyusui," kata Nia.