Presiden Resmikan Stasiun Tawang dan Jajal Kereta Nusantara Explorer

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:36:01 WIB
Prabowo Jajal Kereta Nusantara Explorer Menuju Batang [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026), yang mencakup peresmian proyek pemugaran Stasiun Semarang Tawang, menjajal operasional Kereta Api Nusantara Explorer, sampai dengan menghadiri agenda akad massal penyaluran 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa serangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem infrastruktur transportasi di samping memperluas jangkauan akses masyarakat terhadap kepemilikan hunian yang layak.

"Haloo... Jadi singkatnya begini kegiatan Bapak Presiden hari ini. Pagi ini, Presiden Prabowo akan bertolak menuju Semarang untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914 dan untuk pertama kalinya dipugar secara resmi," ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (30/7/2026).

Menurut keterangan Teddy, pelaksanaan pemugaran Stasiun Semarang Tawang merupakan wujud tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 2025 yang lalu agar bangunan bersejarah tersebut direvitalisasi tanpa mengesampingkan nilai cagar budayanya.

Proses pengerjaan renovasi fase pertama ini digarap oleh jajaran PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dalam kurun waktu 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup penataan fasilitas ruang tunggu jenis luxury dan VIP, pembenahan area hall utama, perbaikan jalur selasar, serta pengoptimalan sistem drainase guna meredam potensi genangan air maupun ancaman banjir rob yang selama ini menjadi kendala klasik di kawasan Stasiun Tawang.

Stasiun yang dibangun oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 dan resmi beroperasi sejak 1914 tersebut telah mengantongi status hukum sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, menjadikannya salah satu ikon utama perkeretaapian nasional.

Selain memiliki nilai historis yang tinggi, Stasiun Semarang Tawang juga memegang peranan penting sebagai salah satu simpul transportasi tersibuk di Indonesia.

Sepanjang semester I/2026, fasilitas stasiun ini tercatat melayani lebih dari 2,15 juta aktivitas penumpang naik maupun turun, menempatkannya pada peringkat keempat stasiun tersibuk tingkat nasional dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan (on time performance/OTP) yang menyentuh angka 99,45 persen.

Uji Coba Kereta Nusantara Explorer

Selepas meresmikan Stasiun Tawang, Presiden dijadwalkan menaiki rangkaian Kereta Api Nusantara Explorer bertolak menuju Batang guna melaksanakan uji coba langsung.

Menurut penjelasan Teddy, armada kereta tersebut dikembangkan sebagai respons atas aspirasi Kepala Negara agar PT KAI mampu menyediakan layanan angkutan penumpang yang mengusung standar kenyamanan jauh lebih tinggi.

"Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menaiki Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kota Batang untuk melakukan uji coba. Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat," katanya.

Sesi uji coba ini menjadi bagian krusial dari strategi pengembangan mutu layanan kelas premium perkeretaapian nasional yang diharapkan mampu mendongkrak pengalaman perjalanan para pengguna jasa sekaligus menopang sektor pariwisata berbasis moda transportasi rel.

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Subsidi

Rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ditutup dengan menghadiri acara puncak akad massal 62.000 unit KPR subsidi FLPP yang dipusatkan pelaksanaannya di Kabupaten Batang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara serentak di 165 titik lokasi berbeda yang tersebar merata ke dalam 372 kabupaten/kota di 36 provinsi.

Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung di lokasi acara utama, sementara 61.800 debitur lainnya mengikuti jalannya prosesi secara virtual melalui jaringan dari 43 bank penyalur.

Program pembiayaan tersebut merupakan komponen dari Program Tiga Juta Rumah yang diposisikan sebagai salah satu prioritas utama kabinet dalam memperluas kepemilikan hunian bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sampai dengan tanggal 21 Juli 2026, tercatat sebanyak 107.410 MBR telah menerima kucuran dana pembiayaan FLPP dengan tingkat persentase keterhunian rumah mencapai 93,35 persen.

Pemerintah juga menaikkan kuota nasional program FLPP pada tahun 2026 hingga menyentuh angka 350.000 unit dengan sokongan anggaran mencapai kisaran Rp35 triliun, sebagai langkah akselerasi untuk menekan angka kekurangan pasokan hunian (backlog) perumahan nasional yang diperkirakan masih berada di angka 9,9 juta unit.

Melalui rangkaian agenda strategis yang dilangsungkan di Semarang dan Batang ini, pihak pemerintah ingin membuktikan bahwa esensi pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berfokus pada modernisasi layanan perhubungan, melainkan turut diiringi upaya konservasi warisan budaya masa lalu serta penguatan kesejahteraan rakyat lewat penyediaan fasilitas tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Terkini