Bank Danamon Proyeksikan Rasio NPL Tak Jauh dari 1,7 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:15:01 WIB
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) memproyeksikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap stabil di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi serta penurunan daya beli masyarakat.

Perseroan mengestimasi bahwasanya rasio NPL tidak akan bergerak jauh dari posisi terkini yang bertahan pada level 1,7 persen.

Direktur Manajemen Risiko Bank Danamon Dadi Budiana mengutarakan bahwa rasio NPL Bank Danamon saat ini berada di angka 1,7 persen dan terus bertahan sejak akhir triwulan pertama tahun 2026.

Menurut pandangannya, tingkat rasio tersebut memperlihatkan bahwa kualitas aset yang dimiliki perseroan berada dalam kondisi yang sangat sehat.

“Kondisi NPL kami saat ini berada di posisi 1,7%. Kondisi NPL di 1,7% ini sudah bertahan sejak akhir triwulan 1 tahun ini. Jadi tentunya angka 1,7% ini boleh dibilang merupakan angka yang sangat rendah, sangat baik,” kata Dadi dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I/2026, Kamis (30/7/2026).

Ia tidak menepis bahwasanya dinamika perekonomian saat ini memiliki potensi untuk memberikan tekanan terhadap kualitas kredit perbankan.

Kendati demikian, Dadi menilai bahwa seandainya hal itu terjadi, lonjakan rasio NPL perseroan tidak akan merangkak naik secara signifikan dan tetap berada dalam ambang batas toleransi risiko yang ditetapkan perusahaan.

“Kami perkirakan seumpamanya sampai meningkat, tentunya tidak akan jauh di atas 1,7% ini,” ujarnya.

Demi menjaga kualitas portofolio kredit, Danamon konsisten memperketat alur underwriting supaya penyaluran pinjaman tetap dieksekusi secara selektif dan prinsip kehati-hatian (prudent).

Di samping itu, perseroan juga makin memperkuat pengawasan portofolio kredit sekaligus menjalankan mekanisme penagihan (collection) secara disiplin.

Menurut Dadi, deretan langkah preventif tersebut menjadi tumpuan strategi utama perseroan untuk mengantisipasi potensi timbulnya kredit bermasalah di tengah tantangan ekonomi.

“Kami melakukan hal-hal yang memang diperlukan, untuk memastikan bahwa apa yang kami setujui, kredit yang kami salurkan itu, ya disalurkan secara baik, secara hati-hati, dan selanjutnya juga upaya-upaya penagihan, upaya collection, upaya monitoring, dan lain-lainnya, kami lakukan dengan baik, dengan ketat,” tuturnya.

Bermodalkan posisi NPL yang rendah serta penerapan manajemen risiko yang disiplin, Danamon merasa optimistis situasi ekonomi saat ini tidak bakal memicu penurunan kualitas aset secara drastis dalam waktu dekat.

“Kami percaya bahwa di kondisi saat ini, apalagi dengan posisi NPL kami yang saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik, seharusnya tidak membawa pelemahan yang signifikan ke depannya,” pungkasnya.

Terkini