JAKARTA - Kementerian Kebudayaan memanfaatkan saluran program Dana Indonesia Raya untuk mendukung peluncuran kegiatan bertajuk "Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya" guna menjaga kelestarian warisan budaya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Langkah ini diprakarsai oleh Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) sebagai gerakan pelestarian budaya yang memadukan pengembangan batik khas area Derawan dan Maratua, penataan kembali Tari Dalling, serta pembinaan generasi muda.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan Dana Indonesia Raya untuk membantu para pelaku budaya melestarikan dan memajukan kebudayaan.
"Kami banyak sekali program, salah satunya ini adalah program Dana Indonesia Raya sekarang, dulu namanya Dana Indonesiana, yang kami membiayai para pelaku budaya untuk kemajuan kebudayaan dan berbagai macam, pelestarian film, seni musik, hingga tari," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina sekaligus Pendiri IPBN Sapta Nirwandar memberikan apresiasi atas sokongan penuh dari pihak pemerintah terhadap penyelenggaraan program tersebut.
Inisiatif ini mengenalkan karya batik dengan motif penyu hijau, ubur-ubur, ombak, arus laut, pasir putih, serta pohon nyiur yang menjadi simbol visual kekayaan alam maupun tradisi daerah pesisir Kalimantan Timur.
Di samping itu, program "Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya" turut memperkenalkan Tari Dalling yang merupakan warisan leluhur masyarakat Suku Bajau di Berau.
Tarian berirama cepat ini mencerminkan rasa kebersamaan serta kegembiraan warga Suku Bajau, yang umumnya disajikan untuk menyambut kedatangan tamu maupun pejabat daerah.