Menag Percepat Transformasi Madrasah Menuju Indonesia Emas

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:12:01 WIB
Kemenag Perkuat Transformasi Madrasah Lewat Digitalisasi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan transformasi madrasah terus diperkuat melalui revitalisasi infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta pengarusutamaan Ekoteologi sebagai fondasi pendidikan yang berkarakter dan berkelanjutan.

“Investasi terbesar bangsa adalah membangun sumber daya manusia," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menag menjelaskan transformasi madrasah menjadi bagian penting dari strategi Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan investasi terbesar bangsa.

Oleh karena itu, transformasi pendidikan Islam harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Kemenag terus memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Hingga kini, sebanyak 556 madrasah dan sekolah keagamaan telah direvitalisasi, disertai pembangunan 352 madrasah dan 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Digitalisasi pembelajaran juga terus diperluas melalui penyaluran 2.180 Papan Interaktif Digital (PID) kepada 551 madrasah di berbagai daerah.

Selain memperkuat infrastruktur, Kemenag mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Menurut Menag, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.

Penguatan karakter tersebut juga diperluas melalui Program Ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Berbagai aksi nyata telah dilakukan, mulai dari gerakan penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, hingga pemanfaatan eco-enzyme sebagai bagian dari upaya menjaga bumi melalui pendekatan keagamaan.

“Melalui Program Ekoteologi berbagai aksi pelestarian lingkungan juga terus digerakkan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Terkini