Bapanas Perketat Distribusi dan Pengawasan Bawang Putih

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:59:31 WIB
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Hermawan.

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin ketersediaan bawang putih di tingkat nasional dalam kondisi aman melalui langkah intensifikasi pengawasan, jalur distribusi, hingga sinergi antarlembaga untuk meredam gejolak harga.

Pihak Bapanas menilai laju inflasi sektor pangan saat ini relatif terjaga dengan baik berkat serangkaian strategi nyata yang digencarkan pemerintah dalam mengawal ketersediaan komoditas pokok.

"Khususnya komoditas bawang putih yang belakangan menjadi sorotan," kata Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Hermawan dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.

Menurutnya, kendati inflasi pangan berhasil ditangani dengan baik, skema pengendalian tidak boleh berfokus pada penekanan harga konsumen semata, melainkan juga harus memproteksi marjin di level produsen.

"Agar petani dan peternak tetap memperoleh keuntungan yang wajar," ujar Hermawan.

Menyikapi tren lonjakan harga bawang putih yang sempat memicu peningatan inflasi berdasar temuan Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah bergerak cepat dengan menggelar dua rapat koordinasi secara beruntun.

Pertemuan pertama dipimpin langsung Wakapolri bersama Sekjen Kementerian Pertanian guna memacu percepatan produksi bawang putih lokal demi memperkuat kemandirian pasokan domestik.

Sementara itu, rapat koordinasi kedua diprakarsai Bapanas untuk meninjau ketersediaan di dua pasar induk utama.

Tercatat, pasokan di Pasar Induk Kramat Jati melonjak 153,49 persen menjadi 109 ton dengan kisaran harga stabil Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga di Pasar Induk Tanah Tinggi bertahan pada level Rp29.000 per kilogram.

"Meski pasokan dan harga di kedua pasar induk relatif terkendali, ada masukan dari distributor terkait pengaturan kuota impor. Keterbatasan pasokan berpotensi menekan ruang distribusi dan marjin usaha apabila kenaikan harga tidak dapat diteruskan kepada pedagang maupun konsumen," jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi lapangan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang memastikan ketersediaan bawang putih secara nasional tetap mencukupi.

Berdasarkan laporan BPS, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga bawang putih pada Juli 2026 mencapai 248 kabupaten/kota, melandai dibanding bulan Juni sebelumnya yang menyentuh 261 daerah.

Guna meningkatkan akurasi data, Bapanas mengimbau pemerintah daerah agar memisahkan pencatatan harga antara varietas honan/bonggol dengan tipe kating.

"Kedua jenis ini memiliki karakteristik dan tingkat harga yang berbeda sehingga pencatatannya tidak bisa disamakan," jelasnya.

Hermawan juga mendorong BUMN Pangan untuk aktif melakukan intervensi distribusi di wilayah yang harganya melampaui harga acuan, sembari meminta Pemda melakukan langkah korektif secara tepat sasaran dan berbasis data riil.

Terkini