Bahaya Pakai Skincare Terlalu Banyak Bisa Picu Breakout di Kulit (58 karakter)

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:27:32 WIB
ilustrasi makeup [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak orang rela meluangkan waktu berjam-jam lamanya berdiri di depan cermin demi mengincar impian memiliki tekstur kulit wajah yang mulus, licin, serta berkilau layaknya kaca atau yang populer disebut glass skin

Salah satu cara yang paling banyak digandrungi adalah menerapkan kebiasaan perawatan kecantikan berlapis-lapis hingga mencapai belasan tahapan dalam satu hari. Padahal, mengoleskan terlalu banyak ragam produk perawatan di atas permukaan kulit wajah tidak selamanya berbuah manis sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.

Kebiasaan menumpuk cairan toner, essence, serum, ampoule, hingga bermacam-macam jenis krim pelembap secara berlebihan justru menyimpan potensi bahaya menyumbat pori-pori kulit. Akibatnya, kondisi tersebut membuat sistem pertahanan alami wajah atau skin barrier menjadi "kewalahan" saat harus mencerna paparan berbagai konsentrasi zat aktif secara serentak.

"Skincare steps itu kadang-kadang terlalu rumit ya. Aku tumbuh dengan satu, dua tahap, kemudian berevolusi menjadi 10, menjadi 12. Aku tidak punya waktu untuk itu," ujar Skincare Lead and Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, Shakina Dharma, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Shakina menambahkan bahwa upaya merawat diri agar senantiasa tampil optimal sama sekali tidak mewajibkan seseorang untuk melakoni ritual harian yang justru menyita waktu dan membebani agenda kesibukan.

"Ini tidak harus rumit. Bisa simpel, efisien, tapi tetap efektif. Dan yang paling penting, bisa diakses oleh seluruh perempuan," kata dia.

Penerapan tren gaya hidup minimalis atau yang dikenal sebagai skinimalism dalam merawat kesehatan kulit wajah kini mulai banyak dilirik oleh masyarakat luas. Keputusan untuk memangkas dan menyederhanakan kuantitas produk ini didasari oleh faktor penting demi keamanan pelindung kulit serta tuntutan kebutuhan efisiensi waktu yang tinggi.

Bagi para pemilik tipe kulit sensitif, kebiasaan menumpuk produk perawatan wajah dengan kandungan zat kimia keras secara bersamaan sangat rawan memicu timbulnya reaksi iritasi parah. Aktris sekaligus Brand Ambassador Glow & Lovely, Nicole Rossi, turut membagikan kisah nyata dari pengalaman pribadinya saat mencoba mengikuti tren ritual kecantikan yang mewajibkan penggunaan botol-botol produk secara berurutan.

Alih-alih memperoleh hasil kulit wajah halus yang diidam-idamkan, ia justru harus menghadapi pelbagai masalah pelik yang cukup mengganggu penampilan kesehariannya.

"Menurut aku kalau skincare yang terlalu kebanyakan itu malah yang ada bikin kami breakout. Karena aku juga pernah ngelakuin itu dan itu bener-bener bikin aku breakout parah," ungkap Nicole.

Penerapan tahapan rutinitas kecantikan yang memakan durasi lama juga dinilai tidak realistis bagi kalangan individu dengan tingkat aktivitas harian yang sangat padat di luar ruangan. Rasa penat yang mendera setelah seharian bekerja keras menuntut seseorang agar bisa segera beristirahat tanpa harus menahan rasa mengantuk di hadapan meja rias.

"Aku enggak terlalu punya banyak waktu buat pakai skincare steps yang banyak. Kan sekarang lagi trending Korean skincare steps yang panjang banget dan ribet, ber-layer, dan aku harus cepat-cepat tidur kalau selesai syuting," jelas Nicole.

Penyederhanaan kebiasaan malam hari bukan berarti menurunkan mutu kualitas perawatan, melainkan memastikan agar kebutuhan nutrisi esensial bagi sel-sel kulit tetap terpenuhi melalui pendekatan yang tepat sasaran. Brand Lead Glow & Lovely, Ita Karo Karo, menyoroti fakta bahwa banyak perempuan kerap keliru menilai seberapa banyak jumlah tahapan yang wajib diaplikasikan ke wajah.

"Rata-rata untuk mencapai glass skin, orang perlu sekitar tujuh langkah. Dari segi pertama, banyak banget. Kedua, memakan waktu lama," tutur Ita.

Oleh sebab itu, Ita menyarankan alternatif solusi yang jauh lebih ringkas bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi sehari-hari. Kembali kepada formula dasar seperti membersihkan kotoran menggunakan sabun muka yang lembut serta langsung mengunci kadar hidrasi kulit lewat pelembap bertekstur gel cair terbukti menjadi pilihan terbaik yang sangat menghemat waktu.

Langkah esensial ini pun ampuh menghindarkan wajah dari sensasi rasa lengket yang mengganggu.

"Banyak produk untuk mendapatkan manfaat tersebut, harus mengorbankan sensori atau tekstur yang tidak nyaman," terang Research and Development Manager Glow & Lovely, Zulfa Hudaya.

Zulfa menganjurkan agar pemilihan kedua produk dasar tersebut tetap memprioritaskan kelengkapan formulasi zat aktif di dalamnya. Konsumen dapat mencari produk yang secara praktis telah merangkum kandungan mumpuni sekaligus.

Sebagai contoh, pelembap bertekstur gel keluaran Glow & Lovely yang telah diperkaya kandungan niacinamide dan hyaluronic dalam satu kemasan tunggal. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi repot-repot memakai dua produk terpisah yang justru memperpanjang langkah perawatan sekaligus membuang waktu.

Pemanfaatan teknologi inovatif tambahan juga dapat diintegrasikan ke dalam rangkaian perawatan minimalis, salah satunya melalui penggunaan pro-ceramide. Teknologi modern tersebut diyakini ampuh merangsang pembentukan ceramide alami kulit guna memperbaiki fungsi perlindungan wajah yang sempat rusak akibat pemakaian produk kosmetik dan skincare berlapis-lapis.

Di samping memulihkan kembali cadangan hidrasi yang hilang, proses pengangkatan tumpukan sel kulit mati tetap wajib dilakukan kendati tahapan harian telah dipersingkat.

"Penting banget untuk cari cleanser yang [sudah] mengandung bahan yang bisa mengeksfoliasi dengan lembut. Di gel cleanser, kami ada AHA, BHA, dan PHA yang bisa bantu eksfoliasi," pungkas Zulfa.

Terkini