JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memasang target untuk merampungkan pembangunan 11.000 fasilitas publik, yang terdiri atas 5.000 unit jembatan dan 6.000 titik sarana air bersih di berbagai kawasan Indonesia pada tahun ini.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat peresmian 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, menyebut proyek pengerjaan infrastruktur terus dipercepat secara nasional.
"Hingga saat ini 2.500 jembatan telah dikerjakan. Pembangunan tersebar di sejumlah titik. Setiap hari sekarang ada yang bisa selesai, kadang bisa 50 sampai 100 titik karena waktu memulai pekerjaannya berbeda-beda," katanya.
Ia menjelaskan penentuan lokasi pembangunan jembatan didasarkan pada kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk dengan memantau berbagai pemberitaan di media massa.
"Kami mengumpulkan semua dari media. Ada yang terlihat menyeberang dengan sulit karena tidak ada jembatan, kami langsung survei dan langsung kerjakan," ujarnya.
Pihaknya optimistis dapat menyelesaikan sedikitnya 5.000 titik jembatan hingga pengujung tahun berbekal pemahaman atas tantangan teknis di lapangan.
"Target kami untuk jembatan di akhir tahun bisa 5.000, minimal 5.000 selesai. Saya lebih optimis sekarang karena sudah tahu bagaimana kendala-kendala perencanaan," katanya.
KSAD mencontohkan penanganan khusus di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengharuskan penggunaan armada laut karena minimnya peralatan lokal, di mana dua kapal dikerjakan untuk mendukung pembuatan empat jembatan di Kupang.
Kondisi serupa dialami di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di mana struktur rawa menuntut konstruksi beton ekstra kuat serta pengangkutan material menggunakan kapal tongkang.
Selain akses jembatan, pengerjaan sarana air bersih juga terus dipacu akselerasinya agar volume output per tahun meningkat secara signifikan.
Bila sebelumnya TNI hanya mampu mendirikan sekitar 1.000 sumur bor per tahun, sokongan pemerintah pusat kini membuat program berjalan jauh lebih pesat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 3.232 fasilitas berhasil dibangun dengan 3.000 titik di antaranya resmi selesai.
Peresmian sarana air bersih ke-3.000 dipusatkan di Pulau Raas, dan program ini dipastikan terus bergulir menuju target 6.000 titik demi memenuhi tingginya kebutuhan warga.
Jenderal Maruli menggarisbawahi pentingnya partisipasi warga setempat, di mana semangat gotong royong menjadi kunci sukses optimalnya proyek-proyek TNI.
"Gotong royong karena masyarakat juga merasa memiliki. Saya lihat responnya, gotong royong masyarakat itu di seluruh Indonesia luar biasa," ucapnya.
Dalam agenda tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Abadiyah Cibarusah KH. Ahmad Soleh turut menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan Jembatan Cikolawing penghubung Desa Wibawamulya dan Sirnajati.
"Kami mohon untuk pembangunan Jembatan Cikolawing karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat Cibarusah sebagai akses penghubung Desa Wibawamulya dengan Desa Sirnajati. Ini sangat dibutuhkan sekali, Pak," ujarnya, yang langsung direspons KSAD dengan kepastian pengerjaan pada tahun ini.