Rosan Sebut Potensi Pasar Motor Listrik Indonesia 170 Miliar Dolar AS

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43:32 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menaksir nilai potensi pasar motor listrik di tanah air menembus angka 170 miliar dolar AS atau setara Rp3.036 triliun.

“Kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai 170 billion US dollar,” ujar Rosan dalam acara peluncuran dan peresmian MOLINAS beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Rosan memaparkan bahwa populasi sepeda motor yang beroperasi di Indonesia saat ini diperkirakan menyentuh angka 140 juta unit. Selain itu, angka transaksi pembelian motor baru mencapai 6 hingga 7 juta unit pada setiap tahunnya.

Kendati demikian, Rosan menggarisbawahi bahwa penyerapan motor listrik di tengah masyarakat saat ini masih berada di kisaran 60 ribu sampai 70 ribu unit per tahun.

“Jadi, (porsi motor listrik) hanya 1 persennya. Kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial,” kata Rosan.

Melihat besarnya luang pertumbuhan tersebut, Rosan mencatat sudah ada sekitar 10 perusahaan nasional yang berhasil memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai ketentuan Kementerian Perindustrian.

Guna melambungkan kualitas motor listrik nasional ke taraf global, Rosan turut menggandeng PT Len Industri agar produk yang dihasilkan mampu mengantongi standardisasi internasional.

“Tidak hanya menjadi champion di Indonesia, tetapi juga champion di regional, bahkan harus menjadi champion di dunia,” ucap Rosan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peluncuran motor listrik nasional (MOLINAS) karya industri dalam negeri lengkap dengan ekosistem penunjangnya di pabrik PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Presiden memberikan apresiasi tinggi atas keberanian para pelaku usaha swasta yang berani mengambil risiko untuk memproduksi motor listrik lokal di tengah sengitnya persaingan produk impor asal China, Jepang, maupun Korea Selatan.

Presiden menegaskan bahwa inisiatif pengusaha nasional ini merupakan wujud gotong royong dalam membangun Indonesia Incorporated sekaligus melangkah menuju kemandirian energi dengan memangkas kuota impor bahan bakar minyak (BBM).

Terkini