Gempa NTT: Mendagri Instruksikan Pendataan Fasilitas Umum dan Sekolah

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:24:32 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak gempa di NTT.

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan sekolah dan rumah ibadah yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur sebagai pijakan awal langkah penanganan.

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kami bergerak," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Tito mengutarakan instruksi tersebut seusai meninjau kondisi sebuah bangunan masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8).

Menurut penjelasan Tito, pendataan klasifikasi kerusakan sarana pendidikan dan tempat ibadah akan menjadi patokan bagi kementerian teknis dalam mempercepat proses rehabilitasi, sekaligus menjamin kebutuhan pendidikan serta kegiatan spiritual warga tetap terpenuhi.

Tito menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tergolong sebagai lembaga yang tanggap dalam mengatasi kendala dunia pendidikan di area terdampak bencana berdasarkan rekam jejak penanganan musibah sebelumnya.

Ia memberi contoh penanganan pascabencana tanah longsor di kawasan Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat yang kala itu menyebabkan 4.922 unit sekolah menderita kerusakan.

"Di Sumatera itu 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar sudah 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi)," katanya.

Tito menjamin jajaran pemerintah pusat bakal mengawal keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa di area bencana, mengingat sektor pendidikan merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat.

Jikalau gedung sekolah mendapati kerusakan kategori berat, Kemendikdasmen siap menyalurkan bantuan berupa tenda darurat beserta perlengkapan sarana belajar pendukung selama pemulihan fisik bangunan berlangsung.

"Tapi yang utama kami harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," kata Tito.

Setelah memantau area dan berinteraksi bersama para korban gempa di lokasi pengungsian, Tito turut mendatangi SMP Abdurrahman Wahid di Kecamatan Lamba Leda Utara yang tergolong mengalami kerusakan parah.

Sewaktu mendatangi gedung sekolah di kawasan pesisir utara Kabupaten Manggarai Timur tersebut, Tito memberikan bantuan santunan secara pribadi langsung kepada pihak pengurus sekolah.

Terkini

Lada Putih Asal Bangka Belitung Tembus 1.200 Restoran Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:06:01 WIB

QLola BRI Hadir dengan Wajah Baru yang Lebih Intuitif

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:01:31 WIB

Ekonom Proyeksi BI Rate Bertahan di Level 5,75 Persen

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:00:01 WIB

Posisi Urutan Lahir Anak Pengaruhi Risiko Penyakit Tertentu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:53:31 WIB