Tito Karnavian Minta Pemda Segera Pendataan Fasilitas Rusak di NTT

Tito Karnavian Minta Pemda Segera Pendataan Fasilitas Rusak di NTT
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk melangsungkan pendataan atas kerusakan fasilitas rumah ibadah dan bangunan sekolah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut diutarakan Tito sesudah memantau langsung salah satu bangunan masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Ia memaparkan bahwa pendataan tingkat kerusakan pada kedua fasilitas umum itu menjadi pijakan krusial bagi kementerian terkait untuk bergegas mengeksekusi penanganan agar pemenuhan kebutuhan pendidikan serta rohani warga tetap terjamin.

"Pak Bupati, tolong pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, (didata) tingkat kerusakannya ringan, sedang, (atau) berat secepat mungkin. Makin cepat didata, makin cepat juga kami bergerak," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima, Selasa (18/8/2026).

Berlandaskan rekam jejak sebelumnya, ia menilai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merupakan salah satu instansi yang cekatan dalam menangani urusan pendidikan di area terdampak bencana.

Di depan warga, Tito mengulas kembali peristiwa bencana tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) hingga mengakibatkan 4.922 unit sekolah rusak. Meski demikian, saat ini mayoritas gedung sekolah tersebut telah selesai direhabilitasi maupun direkonstruksi.

"Di Sumatera itu, 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar, (sekitar) 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi)," jelas Tito.

Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan kegiatan belajar para murid di area bencana, sebab pendidikan tergolong sebagai salah satu hak dan kebutuhan mendasar warga.

Apabila fisik bangunan sekolah menderita kerusakan kategori berat, kata Tito, Kemendikdasmen siap menyalurkan bantuan berupa tenda darurat sembari memproses perbaikan fasilitas fisik yang hancur.

"Tapi yang utama kami harus memikirkan gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," ungkap Tito.

Usai memantau lokasi dan berinteraksi bersama para penyintas gempa di area pengungsian, ia pun mendatangi SMP Abdurrahman Wahid, yakni salah satu sarana pendidikan yang menderita kerusakan parah di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Di sekolah yang berlokasi di kawasan pesisir utara Manggarai Timur tersebut, Tito turut menyalurkan bantuan berupa santunan pribadi secara langsung kepada pihak pengelola sekolah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index