Mengenal Bahaya Konten Thinspo di Medsos bagi Citra Tubuh

Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:43:02 WIB
Ilustrasi berat badan naik.

JAKARTA - Unggahan di media sosial tidak selalu secara terbuka mempromosikan gangguan makan. Konten thinspo justru bekerja lebih halus dalam mendorong pola makan yang tidak sehat.

Thinspo, singkatan dari thinspiration, merujuk pada unggahan yang mengagungkan tubuh sangat kurus serta mendorong diet dan olahraga ekstrem.

“Konten ini sangat berbahaya karena mendorong perilaku gangguan makan dan meningkatkan ketidakpuasan terhadap tubuh,” kata Elizabet Altunkara, LMSW, direktur edukasi di National Eating Disorders Association.

Selain thinspo, ada pula pro-ana yang mendukung anoreksia dan pro-mia yang mempromosikan bulimia. Anoreksia membuat penderitanya membatasi makan secara ekstrem karena takut gemuk, sedangkan bulimia ditandai dengan makan berlebihan yang diikuti tindakan memuntahkan makanan.

Cynthia M. Bulik, PhD, dari University of North Carolina Center of Excellence for Eating Disorders, menjelaskan bahwa jika pro-ana dan pro-mia memuji gangguan makan secara terbuka, thinspo mendorongnya secara lebih halus.

“Thinspo bisa sangat memicu bagi orang dengan gangguan makan saat ini, mereka yang pernah mengalaminya di masa lalu, maupun yang rentan mengalaminya,” ujar Bulik.

Studi tahun 2023 menunjukkan bahwa paparan thinspo berkaitan erat dengan rasa tidak puas terhadap bentuk tubuh dan dorongan melakukan perilaku makan menyimpang.

Secara konsep, thinspo mirip dengan tren heroin chic pada era 1990-an yang menampilkan model dengan tubuh sangat kurus dan wajah pucat.

Dampak buruk thinspo meliputi timbulnya persepsi keliru terhadap penampilan, rasa cemas, hingga hilangnya kesenangan dalam berolahraga karena selalu dikejar target fisik tertentu.

Untuk membangun citra tubuh yang sehat, Altunkara dan Bulik menyarankan beberapa langkah penting. Pertama, evaluasi kembali pandangan terhadap makanan dan bentuk tubuh.

Kedua, hargai fungsi tubuh daripada meratapi kekurangannya. Ketiga, hindari membandingkan diri dan berhenti mengikuti akun media sosial yang memicu pikiran negatif.

Keempat, tuliskan daftar kelebihan diri yang tidak berkaitan dengan penampilan fisik. Kelima, kelilingi diri dengan orang-orang yang memberikan dukungan positif.

Terkini