Pastikan Stok Aman, Bulog Jamin Distribusi Pangan di NTT Lancar

Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:45:02 WIB
Perum Bulog memastikan ketersediaan beras dan kelancaran distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Perum Bulog memberikan jaminan penuh bahwa ketersediaan komoditas beras serta kelancaran rantai pasok distribusi pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau senantiasa terjaga guna memenuhi segenap kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program penugasan dari pemerintah.

“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” kata Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pihaknya telah melaksanakan agenda peninjauan serta pemantauan secara langsung terhadap rangkaian proses pembongkaran muatan beras mobilisasi nasional (Movenas) bertempat di kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, NTT. Sampai dengan saat ini, tercatat sebanyak 150 ton beras telah tuntas dibongkar di pelabuhan tersebut.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kualitas beras sebelum selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar dia.

Dalam agenda peninjauan lapangan tersebut, Andi Afdal mengemukakan bahwa dirinya turut didampingi oleh Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko, serta jajaran pejabat struktural terkait yang mencakup Kepala Divisi Manajemen Logistik (Manlog), Kepala Divisi Umum, Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Pangan (PPP), serta Pimpinan Cabang Bulog Ruteng.

Ia turut menambahkan bahwasanya kegiatan pemantauan ini dijalankan sebagai manifestasi konkret ikhtiar Bulog dalam menjamin kelancaran alur mobilisasi serta distribusi beras agar kebutuhan harian masyarakat di NTT senantiasa terpenuhi secara berkesinambungan.

Di samping itu, Andi memaparkan bahwa ketersediaan stok beras yang ada saat ini bakal dioptimalkan secara maksimal untuk menopang aneka kebutuhan logistik pangan masyarakat serta menyukseskan penugasan negara, di antaranya program bantuan pangan, penanganan warga yang terdampak musibah bencana alam, hingga penyelenggaraan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Menimpali hal tersebut, Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan bahwa pihaknya konsisten menjaga kelancaran jalur distribusi pangan hingga menyasar ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Bulog secara aktif terus menggiatkan koordinasi intensif serta pengawasan di lapangan agar ketersediaan stok beras yang ada dapat segera disalurkan secara tepat guna mengikuti kebutuhan riil.

"Dalam kondisi bencana, tentunya distribusi menjadi salah satu perhatian utama agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Rahmanto.

Guna mendongkrak ketahanan pasokan pangan di kawasan NTT, pihak Bulog memastikan bahwa posisi stok beras saat ini telah mencapai kisaran angka 35 ribu ton. Tidak berhenti di situ, Bulog juga mempersiapkan tambahan alokasi stok cadangan sekitar 40 ribu ton yang bakal dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah sentra wilayah, meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, serta Jawa Timur.

Langkah penguatan stok cadangan pangan ini merupakan wujud tindakan antisipatif Bulog dalam mengamankan kecukupan pasokan sekaligus memberikan keleluasaan fleksibilitas guna mengakomodasi ragam kebutuhan pangan masyarakat serta penugasan pemerintah berdasarkan dinamika kondisi di lapangan.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani telah menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memperkuat ketersediaan pasokan beras di NTT melalui skema penambahan suplai yang didatangkan dari berbagai wilayah.

Dalam rangka menopang penanganan situasi darurat bencana di NTT, Bulog pun senantiasa membangun sinergi dan koordinasi erat bersama jajaran pemerintah daerah serta instansi berwenang demi memastikan seluruh paket bantuan pangan dapat didistribusikan secara cepat, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak.

Terkini