Forum BATIC 2026 Dorong Konektivitas dan Ekosistem Digital Global

Forum BATIC 2026 Dorong Konektivitas dan Ekosistem Digital Global
BATIC 2026 Usung Tema Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress Executive Brief.

JAKARTA - Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 resmi dibuka pada Rabu (26/8/2026). Dihadiri ribuan pelaku industri telekomunikasi dari dalam dan luar negeri, ajang ini mengusung tema Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa penentuan tema tersebut didasari oleh perubahan lanskap dunia digital yang kian masif didorong oleh kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kehadiran AI dinilai telah mengubah cara industri menyediakan konektivitas, membangun pusat data, hingga menggelar jaringan kabel bawah laut, di saat platform digital makin terintegrasi ke dalam perekonomian.

“Namun, di balik model-model AI, berbagai aplikasi, serta platform digital suatu negara, ada sesuatu yang fundamental yang memungkinkan semuanya tejadi, yaitu konektivitas. Dan konektivitas itu sendiri sedang berubah. Tidak lagi sekadar menjadi infrastruktur yang membawa informasi, kini menjadi fondasi tempat ekonomi digital generasi berikutnya akan dibangun,” tegasnya dalam keynote speech, Rabu (26/8/2026).

Konferensi internasional BATIC 2026 ini mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan yang berasal dari 67 negara di seluruh dunia.

Forum tersebut membuka ruang diskusi mengenai perkembangan AI, konektivitas global, komputasi awan (cloud), serta infrastruktur digital untuk membuka peluang kerja sama lintas industri secara global.

Dian menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak sebatas menghubungkan wilayah, melainkan juga mengintegrasikan seluruh kapabilitas infrastruktur digital yang ada.

“Ketika berbagai kapabilitas tersebut beroperasi sebagai satu ekosistem yang terintegrasi, infrastruktur menjadi lebih dari sekadar kapasitas. Infrastruktur menjadi platform pertumbuhan digital. Pada dasarnya itulah yang sedang kami bangun saat ini, sebuah platform pertumbuhan digital,” tegasnya.

Di tengah transformasi industri telekomunikasi, TelkomGroup berupaya menjaga relevansi dan daya tahan melalui agenda transformasi TLKM 30 yang bertumpu pada empat pilar utama.

“Pada akhirnya, TLKM 30 memiliki satu ambisi, dari konektivitas menuju infrastruktur, menuju kecerdasan, dan menciptakan berbagai kemungkinan digital untuk masa depan. Dengan seluruh transformasi tersebut, dan juga mengikuti evolusi industri yang berlangsung semakin cepat, Telkom juga akan mengembangkan struktur organisasinya,” tegas Dian.

Dian menambahkan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar hingga 2030, yang perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur berstandar internasional.

“Tentu potensi tersebut hanya akan menjadi potensi kalau kami tidak bisa menerjemahkan potensi tersebut ke dalam infrastruktur digital yang mumpuni, mulai dari konektivitas hingga platform yang berstandar internasional,” tegasnya.

Pemanfaatan potensi ekonomi digital ini dinilai memerlukan kolaborasi erat seluruh pihak di dalam ekosistem digital domestik maupun global.

“Oleh sebab itu, kami di TelkomGroup percaya bahwa yang paling penting di dalam kami mengambil potensi kenaikan ekonomi digital itu adalah berkolaborasi dengan semua pelaku di ekosistem digital. Dan sekali lagi, Telin melihat bahwa kami bukan hanya ingin menjadi penyedia di Indonesia tetapi juga di regional dan menghubungkan Indonesia to the rest of the world,” tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index