JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Riduan memberikan tanggapan resmi mengenai maraknya isu nasabah yang memindahkan saldo ke bank lain menyusul kabar pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Awalnya, Riduan merespons pertanyaan wartawan terkait proses pembukaan blokir rekening Botok. Ia menekankan bahwa Bank Mandiri senantiasa patuh pada regulasi perbankan yang berlaku.
"Kami ikuti saja apa yang sudah disampaikan oleh Kabid Humas. Kami bank melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kami sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku," kata Riduan di Kompleks Parlemen, Rabu (26/8/2026).
Sewaktu ditanya mengenai desas-desus nasabah yang ramai-ramai berpindah ke bank lain akibat kekecewaan di media sosial, ia membantah dan memastikan isu penarikan uang besar-besaran tersebut tidak pernah terjadi.
"Enggak, enggak ada. Biasa saja ya. Semuanya normal," ucapnya.
Kemudian terkait pergerakan harga saham Bank Mandiri yang sempat terkoreksi, Riduan menilai dinamika tersebut merupakan hal lumrah dalam fluktuasi pasar.
"Enggak, enggak. Normal lah biasa ya. Ekonomi," tutupnya.
Seperti diketahui, Polda Metro Jaya bersama Bank Mandiri telah bersepakat untuk mencabut pemblokiran rekening milik Botok yang berisi saldo Rp80,9 juta untuk keperluan aksi unjuk rasa di DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kesepakatan pembukaan blokir tersebut diumumkan secara terbuka dalam konferensi pers yang difasilitasi oleh Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Rabu (26/8/2026).