Pemicu Permintaan Semen Indocement Bakal Tetap Solid di Semester II 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:38:02 WIB
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) memproyeksikan permintaan semen domestik tetap tumbuh pada semester II/2026 seiring dukungan faktor musiman, cuaca kering, dan peningkatan realisasi belanja anggaran menjelang akhir tahun.

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani menjelaskan perseroan tetap berhati-hati dalam mengejar pertumbuhan volume penjualan dengan mempertahankan disiplin margin di tengah tekanan nilai tukar valuta asing dan biaya energi.

“Kami memperkirakan adanya dukungan dari faktor musiman, termasuk cuaca kering dan peningkatan realisasi belanja anggaran menjelang akhir tahun,” kata Dani dalam keterangan resmi perseroan baru-baru ini.

Menurutnya, Indocement mencatat pertumbuhan volume yang solid di pasar domestik maupun ekspor sepanjang semester I/2026. Namun, perseroan tetap mewaspadai tekanan terhadap kinerja margin yang berasal dari tingginya nilai tukar valuta asing dan biaya energi.

Dani menuturkan perseroan telah mengambil sejumlah langkah proaktif untuk menjaga margin sekaligus mempertahankan momentum kegiatan konstruksi hingga semester II/2026.

Permintaan semen domestik kembali tumbuh 10,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I/2026. Pertumbuhan tersebut didukung basis rendah pada semester I/2025 yang mengalami kontraksi 3,1 persen serta kondisi cuaca kering yang mendukung aktivitas konstruksi.

Pertumbuhan pasar terjadi pada seluruh segmen, dengan penjualan semen kantong meningkat 10 persen YoY dan semen curah tumbuh 10,6 persen.

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, volume penjualan domestik Indocement tumbuh 4,9 persen YoY pada semester I/2026. Penjualan semen kantong meningkat 3,5 persen, sedangkan semen curah tumbuh 8,6 persen. Dengan capaian tersebut, pangsa pasar domestik Indocement mencapai 28,1 persen.

Secara keseluruhan, total volume penjualan semen dan klinker Indocement mencapai 9,564 juta ton pada semester I/2026, meningkat 7,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh volume penjualan domestik yang meningkat 5 persen dan ekspor yang melonjak 99,7 persen.

Dari sisi keuangan, Indocement membukukan pendapatan neto Rp8,45 triliun pada semester I/2026, tumbuh 5,2 persen YoY. Beban pokok pendapatan meningkat 4,4 persen menjadi Rp5,94 triliun sehingga laba bruto tercatat Rp2,51 triliun.

Sementara itu, beban usaha naik 10,3 persen menjadi Rp1,88 triliun, terutama akibat peningkatan biaya pengiriman dan transportasi.

Kendati demikian, penghasilan operasi lain—neto melonjak 242,3 persen menjadi Rp50 miliar, terutama berasal dari keuntungan selisih kurs selama semester I/2026.

Kinerja tersebut menghasilkan margin laba usaha sebesar 8 persen dan EBITDA sebesar 18 persen pada semester I/2026.

Indocement juga mencatat peningkatan pendapatan keuangan—neto sebesar 114,7 persen menjadi Rp12,3 miliar, terutama disebabkan penurunan tingkat bunga atas utang PT Semen Grobogan. Bagian atas laba neto entitas asosiasi—neto juga meningkat 289,6 persen menjadi Rp36,1 miliar seiring dengan peningkatan laba sejumlah entitas asosiasi.

Dengan berbagai faktor tersebut, laba bersih Indocement pada semester I/2026 meningkat 19,2 persen menjadi Rp589,6 miliar.

Di sisi neraca, posisi kas perseroan tetap solid dengan nilai Rp3,9 triliun per 30 Juni 2026.

Indocement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan merek Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. Perseroan mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta 2 pabrik dan 1 grinding mill dengan sistem sewa, dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 33,5 juta ton semen.

Terkini