BMKG Catat PM2.5 Palangka Raya 494,9 µg/m3, Disdik Terapkan PJJ

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:26:00 WIB

TRENENERGI.COM — Level polutan partikel halus (PM2.5) tersebut terpantau pada Jumat (28/8) pukul 08.00 WIB melalui laman resmi BMKG. Angka ini mengindikasikan udara di kota tersebut telah memasuki level hitam atau berbahaya bagi kesehatan.

Evaluasi PJJ dan Sumber Polusi

Pelaksanaan belajar dari rumah untuk hari berikutnya masih akan dievaluasi oleh Dinas Pendidikan setempat. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di Palangka Raya, sebagaimana dikutip dari Antara.

Tingginya konsentrasi PM2.5 di wilayah ini disinyalir berasal dari berbagai sumber polusi. Salah satu penyumbang utamanya adalah asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah.

Hotspot Karhutla Melonjak Hingga 3.947 Titik

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luasnya karhutla di provinsi tersebut melalui pantauan titik panas (hotspot). Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan terjadi penambahan signifikan pada Kamis (27/8).

"Untuk Kalimantan Tengah titik hotspot juga naik sebesar 1.837 menjadi titik hotspotnya menjadi 3.947," ujar Berton dalam keterangannya.

Peningkatan jumlah hotspot ini menjadi indikator meluasnya area terdampak karhutla di wilayah Kalteng. Kondisi tersebut berkontribusi langsung terhadap memburuknya kualitas udara di kawasan permukiman, termasuk Palangka Raya.

Terkini