Barang Subsidi Tak Boleh Dijual Mahal, Koperasi Merah Putih Jadi Kanal

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:22:31 WIB
Warga membeli barang kebutuhan di gerai Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan bahwa puluhan ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bakal segera dioperasikan dalam waktu dekat sebagai salah satu sarana saluran distribusi utama penunjang penyaluran aneka barang subsidi pemerintah langsung kepada masyarakat luas.

Melalui kehadiran wadah koperasi tersebut, pihak pemerintah bertekad kuat untuk menjamin agar seluruh komoditas bersubsidi dapat diterima oleh warga masyarakat dengan besaran harga yang benar-benar mematuhi ketentuan patokan subsidi, serta menutup celah praktik penjualan kembali dengan tingkat harga yang melambung tinggi.

“Sebentar lagi puluhan ribu koperasi merah putih akan beroperasi. Kami akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi," ujar Prabowo saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Prabowo memberikan penegasan keras bahwa pelbagai jenis barang bersubsidi sama sekali tidak boleh diposisikan sebagai komoditas komersial semata untuk meraup keuntungan pribadi. Pemerintah, sambungnya, akan terus mengawal ketat sistem distribusi subsidi agar senantiasa tepat sasaran menyasar golongan lapisan masyarakat yang memang berhak menerimanya.

"Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan dan tidak akan diperdagangkan," kata Prabowo.

Di samping memaparkan perihal peran strategis Koperasi Merah Putih, Prabowo turut mengalihkan atensinya pada perkembangan progresif dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa pemerintah kini telah sukses membangun puluhan ribu unit dapur umum guna menyokong kelancaran rantai distribusi program tersebut.

Menurut pemaparan Prabowo, jangkauan cakupan dari program MBG saat ini telah sukses menyentuh angka kumulatif lebih dari 62 juta jiwa penerima manfaat.

"MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat," ujar Prabowo.

Pada momentum kesempatan yang sama, Prabowo turut memperkenalkan figur penanggung jawab baru posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Sudaryono. Ia menilai bahwa pelaksanaan program MBG merupakan sebuah gagasan skala raksasa yang diakuinya masih menjumpai pelbagai hambatan persoalan di lapangan.

"Kepala BGN yang baru sudah ada di sini. Ini anak muda yang jantungnya kuat," katanya.

Prabowo menyatakan komitmen bahwa jajaran pemerintah bakal senantiasa melakukan evaluasi komprehensif serta perbaikan berkelanjutan terhadap tata kelola pelaksanaan MBG agar setiap kendala teknis yang muncul dapat segera ditanggulangi dengan tuntas.

"MBG adalah program yang besar, tantangannya banyak, kekurangannya masih banyak, tapi kami akan selesaikan semua kekurangan tersebut," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan agar porsi manfaat program MBG ini benar-benar mampu merata dan merangsek ke seluruh segmen kelompok sasaran yang telah ditentukan, mencakup kalangan anak-anak, para ibu hamil, hingga kelompok warga lanjut usia.

"Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kami dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kami," katanya.

Terkini