Bukan Jas Merah, Prabowo Gaungkan Slogan Jas Hijau di Muktamar NU

Bukan Jas Merah, Prabowo Gaungkan Slogan Jas Hijau di Muktamar NU
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan betapa pentingnya bagi seluruh elemen bangsa untuk senantiasa mengenang jasa besar yang telah ditorehkan oleh para ulama dalam lintasan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pesan seruan tersebut disampaikan oleh Prabowo tatkala memberikan taklimat resmi dalam acara pembukaan perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang bertempat di wilayah Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu.

Prabowo mengawali pemaparannya dengan kembali mengingatkan betapa masifnya andil para ulama, kiai, serta lingkungan pondok pesantren dalam upaya mempertahankan kedaulatan kemerdekaan Republik Indonesia, terkhusus tatkala meletusnya peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya pada kurun Oktober hingga November 1945.

Menurut penuturannya, kendati proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan di Jakarta, keabsahan kemerdekaan tersebut justru diuji secara nyata melalui palagan pertempuran sengit di Surabaya. Di dalam momentum genting itulah, sambung Prabowo, para ulama dan kaum santri mengerahkan kontribusi yang teramat besar.

“Karena itu saya ingin, pernah kalau tidak salah Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” kata Prabowo.

Selepas itu, Prabowo turut menyampaikan rasa takzim dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada segenap para ulama, baik figur-figur kiai yang telah tersohor secara luas maupun para kiai di pelosok perkampungan yang selama ini konsisten mendedikasikan diri menjaga tatanan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menilai bahwa begitu banyak ulama serta kiai desa yang luput dari sorotan publik, namun memiliki peran esensial dalam membentengi akhlak generasi muda, merawat kerukunan umat, serta mendoakan keselamatan bangsa tanpa pernah menuntut imbalan apa pun dari negara.

“Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kami, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antarumat, menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan ketulusan rasa hormatnya kepada seluruh kaum ulama atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti tersebut. Ia pun mengajak seluruh lapisan anak bangsa untuk terus memelihara semangat persatuan serta rasa optimisme yang tinggi terhadap masa depan Indonesia.

“Terima kasih, hormat saya kepada para ulama semuanya,” katanya.

Klaim Swasembada Pangan dan Energi Pada momentum kesempatan yang serupa, Prabowo turut menyuarakan rasa optimismenya bahwa negara Indonesia bakal terus melangkah menuju titik kebangkitan yang gemilang. Ia mengklaim bahwa sederet capaian gemilang telah berhasil diukir oleh jajaran pemerintahan meski masa kepemimpinannya belum genap berjalan dua tahun.

“Indonesia Insya Allah akan bangkit. Saya hampir dua tahun jadi Presiden Republik Indonesia, saya terima kasih dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Berdasarkan pandangannya, sokongan moril dari organisasi kemasyarakatan Islam sebesar NU dan Muhammadiyah menjadi pilar fondasi yang sangat penting dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.

Prabowo turut membeberkan bahwa pemerintahannya telah menorehkan beberapa prestasi skala besar dalam kurun waktu yang tergolong singkat. Salah satu keberhasilan nyata yang disorotinya adalah pencapaian swasembada pangan nasional.

“Dengan belum sampai dua tahun kami telah mencapai prestasi-prestasi besar, kami sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kami akan swasembada energi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak pemerintah saat ini juga sedang menggenjot berbagai upaya strategis guna mereduksi tingkat ketergantungan pasokan impor bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri.

“Insya Allah kami tidak dalam waktu yang tidak lama kami tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari mana pun,” kata Prabowo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index