Mengenal Shrimp Posture Dampak Kebiasaan Menunduk Menatap Ponsel

Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:53:02 WIB
Ilustrasi Shrimp Posture.

JAKARTA - Menunduk sewaktu menatap layar ponsel mungkin dianggap sebagai kebiasaan sepele yang tidak perlu dikhawatirkan. Kendati demikian, apabila aktivitas tersebut dikerjakan berulang kali dalam durasi berjam-jam, posisi kepala, leher, hingga punggung dapat mengalami pergeseran.

Kondisi inilah yang akhir-akhir ini populer dengan sebutan shrimp posture, sebuah istilah untuk menggambarkan postur tubuh membungkuk yang menyerupai bentuk udang.

Fisioterapis sekaligus pendiri Anchor Wellness dan WAVE Physical Therapy & Pilates, Dr. Sarah Cash Crawford, menerangkan bahwa shrimp posture bukanlah sebuah istilah medis. Ia menyebut label tersebut digunakan untuk mengartikan pola postur tubuh yang sebenarnya sudah sejak lama ditangani ahli fisioterapi.

"Ini bukan diagnosis medis. Ini sebenarnya hanya nama modern untuk pola postur yang sudah ditangani fisioterapis selama beberapa dekade, yang dipengaruhi oleh lamanya kami membungkuk di depan ponsel dan laptop," jelas Crawford.

Bukan Sekadar Akibat Duduk di Depan Komputer

Shrimp posture dapat dikenali dari wujud bahu yang melengkung ke depan, posisi kepala menunduk, serta area punggung atas yang membusur menyerupai huruf C. Kondisi ini tidak cuma berpotensi muncul akibat bekerja di depan laptop, melainkan juga karena terlalu sering menatap layar ponsel.

Crawford menegaskan bahwa kendala utama bukan timbul dari satu kali momen duduk membungkuk. Kebiasaan yang dikerjakan terus-menerus dalam rentang waktu lama justru menjadi pemicu utamanya.

"Pengaruh terbesarnya adalah pengulangan dan durasi: berjam-jam sehari melihat ke bawah pada ponsel atau membungkuk ke layar laptop dengan dukungan dan kesadaran postur yang buruk," ujarnya.

"Ini bukan disebabkan oleh satu momen membungkuk yang buruk. Ini disebabkan oleh mempertahankan posisi yang sama berulang kali tanpa cukup melakukan perubahan posisi," imbuh Crawford.

Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh tingkat kekuatan otot. Menurut Crawford, lemahnya otot punggung bagian tengah, otot leher dalam, serta otot bokong dapat membuat seseorang makin rentan membungkuk lantaran mempertahankan posisi tegak terasa kian berat.

Gejala yang Mulai Dirasakan Tubuh

Tubuh sejatinya bakal memancarkan sinyal ketika seseorang berada dalam posisi buruk tersebut terlalu lama. Menurut ahli ergonomis profesional bersertifikat, Kristianne Egbert, beberapa orang dapat merasakan ketegangan yang merambat di punggung atas dan leher hingga memicu pusing.

Di samping itu, ada bermacam tanda lain yang patut diwaspadai, seperti posisi dagu yang makin maju ke arah layar, bahu terangkat ke depan, serta letak kepala yang lebih maju ketimbang posisi bahu. Ketegangan atau pegal di antara tulang belikat dan dasar tengkorak juga kerap muncul.

Pada area bawah tubuh, seseorang dapat mengalami nyeri di tulang ekor akibat beban tubuh bertumpu penuh pada tulang belakang bawah setelah kehilangan sandaran kursi.

Mata yang gampang lelah lantaran posisi tubuh makin condong ke layar turut menjadi indikator awal. Bahkan, berdiri tegak yang terasa kaku atau tidak alami usai lama duduk menandakan tubuh mulai terbiasa dengan posisi bungkuk.

Dalam jangka pendek, postur buruk ini memicu kaku leher dan bahu, pusing tegang, serta pegal pada punggung atas. Crawford menambahkan bahwa posisi membungkuk dapat menghambat pemekar tulang rusuk sehingga memengaruhi kedalaman napas secara perlahan.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, dampaknya sanggup memicu masalah yang lebih serius.

Crawford memaparkan bahwa shrimp posture dapat memicu ketidakseimbangan otot kronis, kekakuan sendi, hingga lonjakan tekanan pada tulang belakang leher yang berpotensi menyebabkan nyeri leher berkepanjangan atau gangguan cakram tulang belakang.

Oleh sebab itu, membenahi kebiasaan ini bukan berarti harus memaksakan diri duduk tegak sepanjang hari. Crawford menekankan, mempertahankan posisi tegak hanya mengandalkan niat tidak bakal cukup untuk menyelesaikan masalah.

"Anda tidak bisa (memperbaiki) postur hanya dengan berusaha duduk lebih tegak. Perilaku ini membuat otot cepat lelah dan sering kali melatih kelompok otot yang salah secara berlebihan," katanya.

Salah satu langkah praktis yang bisa diterapkan yaitu memangkas durasi berada dalam satu posisi diam. Saat memakai ponsel, Crawford menyarankan agar perangkat diangkat hingga sejajar dengan pandangan mata, bukan terus menunduk.

Selain itu, selingi kegiatan dengan jeda rutin dari posisi duduk untuk bergerak atau melakukan peregangan ringan. Dengan cara tersebut, tubuh tidak terus-menerus mengunci pada posisi yang sama selama berjam-jam.

Terkini