MGLV Lepas 13 Anak Usaha demi Perkuat Bisnis AI Data Center pada 2026

Selasa, 08 September 2026 | 04:15:32 WIB
Ilustrasi AI.

JAKARTA - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), yang sebelumnya beroperasi dengan nama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk., secara resmi melepas kepemilikan saham pada 13 anak usahanya kepada PT Trijaya Wisesa Makmur (TWM).

Direktur Utama MGLV Ahmad Zulfikar menerangkan bahwa perseroan bersama TWM telah menandatangani 13 akta pengambilalihan saham pada 8 September 2026 untuk mengalihkan seluruh porsi kepemilikan anak perusahaan.

“Pada tanggal 8 September 2026, Perseroan dan PT Trijaya Wisesa Makmur (TWM) telah menandatangani 13 akta pengambilalihan saham, dimana Perseroan menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam 13 anak perusahaan Perseroan kepada TWM (‘Divestasi’),” kata Ahmad dalam keterbukaan informasi, Selasa (8/9/2026).

Jajaran 13 anak usaha yang dilepas mencakup PT Wisesa Semesta Jaya, PT Magran Karya Bersama, PT Indah Kreasi Sentosa, PT Panelindo Semesta Indonesia, PT Triguna Anugrah Semesta, PT Wisesa Anugrah Karya, PT Berkat Magran Berjaya, PT Megah Sumber Sejahtera, PT Wisesa Cahaya Harapan, PT Scala Sistema Anugrah, PT Wisesa Jaya Cemerlang, PT Pelita Anugrah Wisesa, serta PT Wisesa Cahaya Furniture.

Ahmad menegaskan bahwa penandatanganan tersebut menjadi penutup dari pelaksanaan penyelesaian transaksi yang sebelumnya telah disampaikan melalui keterbukaan informasi MGLV pada 28 Juli 2026 dan diperbarui pada 3 September 2026.

Seiring berjalannya transaksi tersebut, seluruh hak saham MGLV pada 13 unit usaha tersebut beralih penuh kepada TWM sehingga perseroan tidak lagi mencatatkan kepemilikan saham di dalamnya.

“Sehubungan dengan telah ditandatanganinya akta pengambilalihan saham sehubungan dengan Divestasi, seluruh saham Perseroan pada Anak Perusahaan Yang Dijual telah efektif beralih kepada TWM dan Perseroan tidak lagi menjadi pemegang saham Anak Perusahaan Yang Dijual,” ujar Ahmad.

Di samping pengalihan unit saham, MGLV merampungkan penandatanganan akta pengalihan aset dan kewajiban kepada TWM yang membuat kepemilikan aset serta liabilitas terkait resmi berpindah tangan.

“Selanjutnya, setelah penandatanganan (i) akta pengalihan aset dan (ii) akta pengalihan dan pengambilalihan kewajiban, kepemilikan Perseroan atas Aset Dan Kewajiban Yang Dialihkan tersebut secara efektif beralih kepada TWM,” kata Ahmad.

Restrukturisasi portofolio ini merupakan langkah strategis perseroan dalam mentransformasikan fokus bisnis utama menuju pengembangan infrastruktur digital dan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI data center).

Langkah transformasi ini telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham melalui RUPSLB serta RUPS Independen yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Selain persetujuan perubahan kegiatan usaha, pemegang saham menyepakati rencana penambahan modal lewat mekanisme rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa baru.

“Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat,” ujar Ahmad dalam pernyataan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Pada forum RUPS Independen, pemegang saham independen memberi persetujuan atas rencana akuisisi saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC), berikut piutang terkait dari PT Nextier Datamate Center (NDC).

Ahmad Zulfikar menilai aksi pelepasan anak usaha lama serta akuisisi NAC dan NGC menjadi pijakan penting dalam mengeksekusi peta jalan baru perseroan.

“Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio perseroan sesuai fokus usaha yang baru. Kedua perusahaan ini akan memperkuat pondasi operasional dan strategi pengembangan bisnis AI data center kami,” ujarnya.

Ekspansi ke sektor AI data center bertepatan dengan melonjaknya kebutuhan infrastruktur komputasi nasional, di mana riset CGS International Sekuritas Indonesia mengindikasikan potensi Indonesia sebagai hub AI regional dan World Bank memproyeksikan kebutuhan data center domestik menembus 3,06 gigawatt (GW) pada 2034.

Terkini