Psikolog Ungkap Cara Menghadapi Pasangan yang Suka Menyalahkan Anda

Rabu, 09 September 2026 | 05:47:02 WIB
Ilustrasi Debat Dengan Pasangan.

JAKARTA - Dalam sebuah hubungan, perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, konflik bisa terasa sangat melelahkan ketika salah satu pasangan senantiasa mencari pihak yang harus disalahkan, bahkan untuk urusan yang sebenarnya tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pasangannya.

Dikutip dari Psychology Today, psikolog Daniel S. Lobel, Ph.D. menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengalihkan kesalahan kepada pihak lain cenderung merasa diserang saat pasangannya berupaya meluruskan tuduhan tersebut.

Respons defensif yang muncul setelahnya dapat memicu percekcokan yang berlarut-larut. Lobel menerangkan bahwa individu yang sehat secara mental umumnya menyadari bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga mereka bersedia bertanggung jawab atas pilihan maupun perilakunya sendiri.

Sebaliknya, sebagian orang merasa amat kesulitan menerima kesalahan lantaran hal itu bisa membuat mereka merasa rentan.

Guna menghindari perasaan tidak nyaman tersebut, mereka memilih melemparkan kesalahan kepada orang lain, khususnya sosok terdekat. Oleh sebab itu, saat pasangan melontarkan tuduhan yang keliru, membantahnya secara eksplisit bukanlah jalan keluar terbaik untuk merampungkan masalah.

Lobel menyarankan pendekatan bernama redirection, yakni mengalihkan fokus pembicaraan dari perdebatan mengenai siapa yang bersalah menuju pencarian solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Lewat metode ini, hubungan tidak terjebak dalam dinamika siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan berfokus menemukan jalan keluar yang disepakati bersama.

Cara Menghadapi Pasangan yang Suka Menyalahkan

Jangan Langsung Membantah Saat Disalahkan

Mengoreksi tuduhan yang tidak benar adalah reaksi yang sangat wajar. Kendati demikian, mencoba meluruskan sikap pasangan yang hobi menyalahkan tidak selalu menghasilkan komunikasi yang konstruktif.

Menurut Lobel, pasangan yang terbiasa melempar kesalahan akan merasa terancam saat dikoreksi. Dampaknya, mereka makin membentengi diri dan potensi eskalasi konflik menjadi lebih besar.

Alih-alih larut dalam perdebatan tentang siapa yang paling bersalah, cobalah memfokuskan kembali pembicaraan pada esensi masalah yang membutuhkan penyelesaian.

Alihkan Pembicaraan ke Solusi

Langkah nyata yang dapat diterapkan adalah memindahkan arah percakapan dari mencari dalang persoalan menuju titik temu. Sebagai gambaran, pasangan meluapkan kekesalan lantaran sajian makan malam hangus.

Daripada mempermasalahkan siapa penyebab makanan tersebut hangus, dialog bisa langsung diarahkan pada opsi alternatif yang bisa diambil saat itu juga.

"Kami cari makan di luar saja malam ini. Besok kalau kamu mau, kami bisa coba masak lagi."

Tanggapan semacam ini bukan berarti membenarkan tuduhan atau mengakui kesalahan diri sendiri. Langkah ini diambil murni untuk meredam pertengkaran agar tidak berlanjut menjadi persaingan mencari pemenang.

Terkini