Puan Maharani dan Wakil PM Bulgaria Bahas Kerja Sama Pendidikan

Senin, 14 September 2026 | 19:10:31 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev.

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev melakukan pertemuan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin. Kedua pihak berdiskusi mengenai penguatan kerja sama antarnegara, terutama pada sektor pendidikan serta olahraga.

Puan menyampaikan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Bulgaria tidak cuma didasari kepentingan praktis, melainkan memiliki landasan nilai yang sejalan seperti demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, hingga komitmen pada tatanan dunia yang berbasis aturan.

"Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kami saling menghargai dan mengedepankan kerja sama," kata Puan.

Ia menilai bahwa relasi bilateral yang kokoh pada akhirnya perlu berlandaskan pada hubungan yang erat di antara masyarakat kedua belah pihak. Oleh sebab itu, Puan menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi sosial maupun budaya antara Indonesia dan Bulgaria.

"Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan," katanya.

Puan turut mendorong ekspansi kerja sama dalam peningkatan kapasitas kepemudaan, bidang pendidikan, olahraga, program pertukaran mahasiswa, riset bersama, serta penyaluran beasiswa.

"Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019," katanya.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa DPR RI terus mendorong Indonesia dan Bulgaria agar bersama-sama mewujudkan kondisi politik, ekonomi, serta sosial dunia yang jauh lebih baik, maju, adil, sekaligus manusiawi.

"Tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama hubungan antarbangsa dan antarnegara. Memastikan bahwa setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya," ujarnya.

Puan berpandangan bahwa kedatangan Poulev yang berdekatan dengan momen peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September menandakan rapatnya relasi kedua belah pihak.

Bulgaria tercatat sebagai salah satu negara di kawasan Eropa yang lebih awal membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia. Presiden pertama RI Soekarno juga sempat melawat ke Bulgaria pada 1961 sebagai bentuk penguatan tali persahabatan.

"Pertemuan kami hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama," kata Puan.

Sebelum agenda ini berlangsung, Wakil Perdana Menteri yang juga menjabat Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev sempat mengadakan pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Bulgaria Listiana Operananta di Sofia pada 20 Agustus 2026.

Pada momentum tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai potensi penguatan relasi ekonomi Indonesia-Bulgaria melalui skema transfer teknologi, investasi, hingga produksi bersama di berbagai sektor termasuk teknologi tinggi, satelit, logistik, serta industri.

Terkini