Ketahui Manfaat dan Aturan Tidur Siang Setiap Hari Menurut Ahli

Senin, 14 September 2026 | 22:19:32 WIB
Ilustrasi Tidur Siang.

JAKARTA — Sebagian individu menganggap rehat di tengah hari sebagai agenda harian yang menyenangkan. Mengambil jeda singkat guna mengistirahatkan mata terasa menyegarkan, khususnya sewaktu daya tahan fisik mulai menurun. Meski demikian, apakah membiasakan hal ini sungguh membawa dampak positif bagi tubuh jika diterapkan saban hari?

Berdasarkan warta dari Real Simple pada Minggu (13/9/2026), terdapat beberapa poin krusial yang patut dipertimbangkan secara matang sebelum menetapkan rehat siang sebagai aktivitas harian.

Terapis tidur dari Jessica Fink Therapy, Jessica Fink, LCSW-S, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut baru membawa faedah maksimal apabila seseorang sungguh-sungguh berada dalam kondisi mengantuk. Ia menegaskan bahwa rasa kantuk memiliki perbedaan mendasar dibanding rasa lelah biasa selepas beraktivitas. Gejalanya umumnya tampak jelas secara fisik dan sukar ditahan.

Contohnya mencakup beban berat pada kelopak mata hingga terpejam secara otomatis, posisi kepala yang mendungkluk berulang kali, atau saat pandangan tertuju kosong ke layar komputer dengan mata yang hampir tertutup rapat. Apabila indikasi nyata tersebut muncul, artinya tubuh memang sangat membutuhkan istirahat. Pada situasi inilah, memejamkan mata sejenak menjadi keputusan yang tepat.

"Kamu bisa saja merasa lelah tanpa merasa mengantuk. Tidur siang dapat membantu menghilangkan rasa kantuk," kata Fink. "Tidur siang sering direkomendasikan untuk pekerja sif, orang dengan narkolepsi, dan mereka yang berjuang melawan kantuk berlebihan di siang hari," imbuh dia.

Sebaliknya, bila yang dirasakan sebatas letih secara fisik maupun mental, solusi yang disarankan amat berbeda. Langkah paling ampuh adalah bangkit dari tempat duduk lalu bergerak aktif guna mengusir rasa letih hingga waktu istirahat malam tiba.

Mayoritas orang keliru menganggap bahwa celah waktu tidur yang terbuang semalam dapat ditebus saat siang hari. Pada kenyataannya, cara tersebut tidak memberi dampak berarti. Kebiasaan ini justru berpotensi merusak pola rehat pada malam berikutnya karena mengikis dorongan alami tubuh untuk terlelap.

"Tidur siang menghabiskan dorongan tidur. Dorongan tidur menentukan kualitas dan jumlah tidur," ucap Fink. "Jika kamu sudah tidak memiliki cukup dorongan tidur, seperti pada kasus insomnia, tidur siang ibarat menarik 'saldo rekening' melebihi batas. Kamu hanya perlu menentukan apakah hal tersebut sesuai dengan anggaranmu," tambahnya.

Atas alasan itu, ia menganjurkan agar seseorang menahan diri dari kasur kecuali bila rasa kantuk sudah tidak terbendung. Menjaga ritme harian yang stabil jauh lebih bermanfaat bagi siklus tubuh.

"Jika kamu bisa bertahan sepanjang hari, kamu akan membawa setumpuk adenosin, yakni bahan kimia otak yang memfasilitasi tidur, ke tempat tidur bersamamu pada malam harinya. Namun jika kamu sangat mengantuk, tidur siang mungkin dianjurkan," papar Fink.

Meskipun terdapat berbagai peringatan, hal ini bukan berarti menutup opsi untuk memejamkan mata sepenuhnya. Ada teknik sehat yang teruji tanpa mengganggu jadwal utama. Kuncinya berada pada pembatasan durasi. Waktu rehat yang terlampau lama justru membuat tubuh terperangkap dalam fase lelap yang terlalu dalam.

"Tidur siang yang baik adalah yang berdurasi singkat, sekitar 20 menit. Pasang alarm selama 30 menit agar kamu tidak masuk ke fase tidur nyenyak dan bangun dengan perasaan bingung," ujar Fink.

Di samping durasi, penentuan waktu juga idealnya disesuaikan dengan fase penurunan energi alami pada siklus sirkadian tubuh. Menyusun jadwal secara acak hanya akan memicu rasa lesu sewaktu terbangun sekaligus mengancam kualitas rehat di malam hari.

"Kami semua memiliki penurunan energi yang terpasang dalam ritme sirkadian kami, biasanya tujuh hingga sembilan jam setelah waktu tubuhmu cenderung terbangun. Ini adalah jendela yang baik untuk mengatur waktu tidur siangmu," tutur Fink.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk terlelap di siang hari, pastikan kembali apakah tubuh benar-benar mengantuk atau sekadar lelah. Apabila tubuh memang sangat memerlukannya, selalu ingat untuk menyalakan pengingat waktu dan pilihlah momen yang tepat pada awal petang.

Terkini