Kementerian PU Pulihkan 3 Jembatan Lintas Timur Aceh, Satu Rampung 99,14 Persen

Rabu, 16 September 2026 | 16:20:00 WIB

TRENENERGI.COM — Kementerian Pekerjaan Umum menuntaskan pemulihan tiga jembatan di Koridor Lintas Timur Aceh yang rusak diterjang banjir bandang. Dua jembatan di Pidie Jaya dan Aceh Utara sudah berfungsi penuh, sementara Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen baru rampung 99,14 persen per 14 September 2026 dan ditargetkan terpakai pada 20 September.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemulihan akses jalan dan jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas agar pergerakan masyarakat serta distribusi logistik tidak terputus. Ketiga jembatan yang ditangani berada di ruas jalan nasional Banda Aceh-Medan, jalur utama penghubung Aceh dengan Sumatera Utara.

"Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik," kata Dody dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Dua Jembatan Sudah Berfungsi Penuh

Data Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh per 14 September 2026 mencatat Jembatan Krueng Meureudu sepanjang 61,8 meter telah sepenuhnya rampung dan fungsional. Jembatan ini berada pada ruas Batas Kota Sigli-Kota Bireuen di Kabupaten Pidie Jaya.

Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter juga sudah berstatus fungsional. Lokasinya di ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara-Peureulak, Kabupaten Aceh Utara.

Kedua jembatan itu menjadi penghubung utama bagi warga di pesisir timur Aceh yang mobilitasnya sempat terganggu akibat banjir bandang.

Sisa Pekerjaan Krueng Tingkeum Ditargetkan Rampung 20 September

Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen memiliki bentang 149 meter dan pengerjaannya sudah mencapai 99,14 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit untuk jalur pejalan kaki, pengaspalan, serta marka jalan.

Kementerian PU menargetkan jembatan tersebut sepenuhnya berfungsi pada 20 September 2026. Setelah rampung, seluruh koridor Lintas Timur Aceh dipastikan kembali terhubung tanpa hambatan berarti.

Peran Jembatan Bailey saat Penanganan Darurat

Sebelum konstruksi permanen selesai, pemerintah memasang jembatan sementara jenis bailey agar arus kendaraan tetap berjalan. Langkah itu ditempuh untuk menjaga aktivitas perekonomian warga dan kelancaran logistik selama masa pemulihan pascabencana.

Pemulihan infrastruktur vital di Aceh menjadi bagian dari percepatan penanganan wilayah terdampak banjir bandang. Kementerian PU memastikan penanganan dilakukan hingga infrastruktur kembali berfungsi dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Akses jalan yang terbuka dibutuhkan bukan hanya untuk mobilitas harian, tetapi juga untuk mendukung distribusi bantuan dan proses pemulihan ekonomi di kabupaten-kabupaten yang terdampak.

Terkini