Respons Ancaman Bencana, Banggar DPR Melonjakkan Anggaran Penanganan

Rabu, 16 September 2026 | 18:12:31 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberi kepastian bahwa alokasi anggaran penanganan bencana pada 2027 bakal melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp1,1 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan plot anggaran sebelumnya yang tercatat sebesar Rp494 miliar.

"Pada 2026, Rp494 miliar, sekarang Rp1,1 triliun di dalamnya termasuk dana on call, dana siap pakai Rp256 miliar. Kemudian ada dana on call DSP, dana siap pakai Rp5 triliun. Masih ada dana pooling insurance kebencanaan Rp14 triliun," katanya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senin (14/9/2026).

Eskalasi alokasi dana ini disiapkan sebagai bentuk respons konkret dari pihak eksekutif dan legislatif guna menanggulangi serangkaian ancaman bencana di berbagai daerah Tanah Air.

Said menguraikan, pemerintah juga mengunci pos dana cadangan lain khusus untuk penanganan dampak pascabencana, seperti program rehabilitasi serta rekonstruksi, terkhusus bagi pemulihan wilayah Sumatra dan Aceh dengan nilai Rp10 triliun.

"Ya, dong. Belum rehab-rekon [rehabilitasi dan rekonsiliasi]. Untuk Sumatra, Aceh, ada Rp10 triliun," ucap dia.

Ia menggaransi jajarannya terus memacu penanganan krisis kebencanaan secara komprehensif melalui penyediaan sokongan pembiayaan yang memadai.

"Besar sekali, tinggi sekali, bukan besar sekali. Bahwa jauh dari cukup, kami akan upayakan," jelasnya.

Langkah penebalan anggaran ini selaras dengan dorongan Presiden RI Prabowo Subianto saat mengarahkan rapat terbatas penanganan bencana alam bersama jajaran kepala daerah secara virtual pada Senin (7/9/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menggarisbawahi bahwa kesiapan Indonesia merespons bencana merupakan keniscayaan lantaran posisi geografis Indonesia yang bertengger di kawasan sabuk gunung api atau ring of fire.

"Ini adalah takdir kami, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire. Jadi, ini membawa kami untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo saat membuka rapat.

Presiden menggarisbawahi rentetan insiden bencana mesti dipetik sebagai momentum pelajaran berharga bagi jajaran kabinetnya, sekaligus memerintahkan penggelembung alokasi dana mitigasi secara tajam di masa mendatang.

"Berarti mungkin pelajaran juga bagi kami, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kami tambah secara signifikan," kata Prabowo.

Terkini