AAJI

AAJI Catat Klaim Jiwa Turun 2025 Klaim Kesehatan Meningkat Signifikan

AAJI Catat Klaim Jiwa Turun 2025 Klaim Kesehatan Meningkat Signifikan
AAJI Catat Klaim Jiwa Turun 2025 Klaim Kesehatan Meningkat Signifikan

JAKARTA - Dinamika industri asuransi di Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pergeseran tren yang cukup signifikan. 

Di satu sisi, total klaim asuransi jiwa mengalami penurunan, namun di sisi lain klaim kesehatan justru meningkat. Perubahan ini mencerminkan pola kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama dalam hal perlindungan kesehatan yang semakin menjadi prioritas utama.

Fenomena ini menjadi perhatian penting bagi pelaku industri, regulator, hingga masyarakat sebagai pemegang polis. Dengan memahami arah perubahan ini, berbagai pihak dapat menyesuaikan strategi dan kebijakan untuk memastikan keberlanjutan industri asuransi ke depan.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim asuransi jiwa menurun 7,8% (year on year/YoY) pada periode Januari—Desember 2025 menjadi Rp146,73 triliun.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada periode yang sama tahun sebelumnya klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai Rp159,09 triliun.

“Klaim asuransi jiwa mengalami penurunan yakni 9,1% dengan total nilai sebesar Rp26,74 triliun,” kata Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI Handojo G . Kusuma dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Klaim Kesehatan Justru Meningkat

Handojo mengungkap hal tersebut berbanding terbalik dengan total klaim asuransi kesehatan yang dibayarkan industri asuransi jiwa yang meningkat. 

Secara total, pada periode Januari—Desember 2025, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim kesehatan Rp26,74 triliun, naik 9,1% (YoY) dari sebelumnya Rp24,18 triliun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan semakin tinggi. Kenaikan klaim kesehatan menjadi indikator bahwa pemanfaatan produk asuransi kesehatan terus meningkat, baik dari segmen individu maupun kelompok.

Penurunan Dipicu Klaim Surrender

Handojo menyebut penurunan total klaim ini disebabkan oleh menurunnya pembayaran untuk nilai tebus (surrender).

Kemudian, klaim surrender atau nilai tebus, lanjut Handojo, turun 19,0% secara tahunan menjadi Rp62,72 triliun. Angka ini menurun dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp77,43 triliun pada 2024.

Penurunan klaim surrender ini menjadi faktor utama yang menekan total klaim asuransi jiwa secara keseluruhan. Hal ini bisa diartikan bahwa lebih sedikit pemegang polis yang melakukan penarikan dana sebelum masa kontrak berakhir.

Kenaikan pada Beberapa Jenis Klaim

Sementara itu, total klaim akhir kontrak tercatat mengalami kenaikan 11,1% dari sebelumnya Rp18,30 triliun, menjadi Rp18,53 sepanjang 2025.

Adapun total klaim meninggal dunia meningkat sebesar 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp11,76. Sementara itu, total klaim partial withdrawal meningkat 11,1% menjadi Rp20,24 dari periode sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun total klaim menurun, beberapa jenis klaim justru mengalami peningkatan. Hal ini mencerminkan variasi kebutuhan nasabah dalam memanfaatkan produk asuransi yang dimiliki.

Dominasi Klaim Kesehatan Individu

Secara rinci, porsi terbesar dari klaim asuransi kesehatan ada pada produk individu yang total klaimnya mencapai Rp16,59 triliun, meningkat 6,7% (YoY) dibandingkan Rp15,29 triliun pada periode 2024.

Adapun untuk klaim asuransi kesehatan kumpulan tercatat sebesar Rp10,16 triliun dari sebelumnya Rp8,89 triliun sepanjang 2024.

Dominasi klaim pada produk individu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan kesehatan secara mandiri semakin meningkat. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri asuransi kesehatan di Indonesia.

Pentingnya Kolaborasi untuk Keberlanjutan Industri

Untuk mendorong peningkatan industri, Handojo mengungkap perlu adanya kolaborasi dengan berbagai masyarakat termasuk OJK, Kamendes, BPJS Kesehatan.

“Kolaborasi dengan berbagai masyarakat termasuk OJK, Kamendes, BPJS Kesehatan, dan mengoptimalkan penerapan dari OJK guna-guna menciptakan lingkungan asuransi kesehatan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masyarakat kita,” tutupnya.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem asuransi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, diharapkan layanan asuransi dapat semakin optimal dalam memberikan perlindungan.

Perubahan Tren Industri Asuransi

Perbedaan tren antara klaim asuransi jiwa dan kesehatan menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terus mengalami pergeseran. Jika sebelumnya perlindungan jiwa menjadi fokus utama, kini perhatian terhadap kesehatan semakin meningkat.

Hal ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya biaya layanan kesehatan serta kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial terhadap risiko medis. Dengan demikian, produk asuransi kesehatan memiliki potensi pertumbuhan yang besar di masa mendatang.

Di sisi lain, penurunan klaim asuransi jiwa tidak selalu menjadi sinyal negatif. Justru, hal ini bisa mencerminkan stabilitas tertentu dalam perilaku pemegang polis, terutama terkait dengan menurunnya klaim surrender.

Prospek Industri ke Depan

Ke depan, industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tersebut.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya asuransi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan produk asuransi secara optimal sesuai kebutuhan mereka.

Tren peningkatan klaim kesehatan juga dapat menjadi peluang bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk yang lebih relevan dan kompetitif. Dengan demikian, industri asuransi dapat terus berkontribusi dalam memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index