Emiten Transportasi BIRD Tebar Dividen Tunai Rp415,35 Miliar

Emiten Transportasi BIRD Tebar Dividen Tunai Rp415,35 Miliar
Ilustrasi Taxi PT Blue Bird Tbk (BIRD).

JAKARTA - Emiten jasa transportasi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk (BIRD) menetapkan kebijakan untuk menyebar dividen tunai senilai Rp415,35 miilar atau setara 65,3 persen dari perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025.

Langkah pembagian keuntungan ini resmi disetujui dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari Kamis (18/6/2026).

Direktur Keuangan BIRD Irawaty Salim mengutarakan bahwa selaras dengan performa perseroan yang sanggup mengawal kestabilan kinerja keuangan serta konsisten mengeksekusi strategi jangka panjang, forum RUPST menyepakati pengalokasian laba bersih buku 2025 untuk dividen.

"RUPST menyepakati penetapan dividen tunai sebesar Rp166 per lembar saham, setara dengan 65,3% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025," ujarnya dalam Public Expose, Kamis (18/6/2026).

Kendati mengalokasikan mayoritas laba bersih untuk dividen, Irawaty menyebut pihak perusahaan tetap menyisihkan sebagian sisa keuntungan sebagai laba ditahan guna menyokong modal kerja serta agenda ekspansi komersial.

Kebijakan tersebut dinilai krusial lantaran emiten taksi ini tengah gencar memperluas ekosistem mobilitas terpadu lewat implementasi taktik 3M (multi product, multi channel, dan multi payment).

Para penanam modal yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham per tanggal 30 Juni 2026 berhak atas kucuran dividen ini, yang dijadwalkan cair pada 10 Juli 2026.

Di samping itu, penyaluran dividen ditopang oleh performa finansial yang sukses menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah kepemilikan saham BIRD melantai di Bursa Efek Indonesia.

Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan membukukan pendapatan bersih Rp5,7 triliun atau melonjak 13 persen dari periode setahun sebelumnya, sekaligus menjadi pendapatan terbesar sejak perdana IPO.

Dari sisi profitabilitas, capaian EBITDA terangkat naik 13 persen menuju posisi Rp1,4 triliun, sedangkan untuk laba tahun berjalan menanjak 9 persen ke angka Rp643 miilar.

Direktur Utama Bluebird Adrianto Djokosoetono mengutarakan bahwa rapor positif ini menjadi buah manis dari konsistensi emiten memperkokoh kualitas pelayanan serta menghadirkan variasi solusi mobilitas konsumen.

Menurut pandangannya, konsentrasi pada aspek inovasi, optimalisasi teknologi digital, serta pelebaran daya tampung operasional menjadi stimulus utama bagi pertumbuhan bisnis korporasi.

"Kami terus memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang melalui pengembangan layanan dan transformasi digital yang berkelanjutan," katanya.

Komisaris Utama Bluebird Bayu Djokosoetono menjabarkan di sepanjang tahun lalu, korporasi memperluas rute operasi taksi di Solo, menghadirkan airport shuttle di Kalimantan Timur, hingga memperkuat armada bus publik di Jakarta.

Emiten juga konsisten memperbarui performa aplikasi MyBluebird, termasuk lewat fitur Fixed Price guna menyajikan kepastian biaya tarif bagi para konsumen.

Pada aspek pemanfaatan teknologi, perusahaan mulai mengadopsi sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) demi mengoptimalkan manajemen distribusi armada secara real-time.

Selain memperluas cakupan bisnis, Bluebird melanjutkan program ramah lingkungan lewat penambahan mobil listrik e-Bluebird di Medan dan Surabaya serta ekspansi armada e-Goldenbird.

Manajemen menatap optimistis bahwa strategi penguatan lini layanan inti, perluasan lini non-taksi, serta optimalisasi kanal digital bakal menjadi pilar pertumbuhan yang sehat di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index