BI Rate Naik 5,75 Persen BRI Finance Fokus Cari Sumber Dana Baru

BI Rate Naik 5,75 Persen BRI Finance Fokus Cari Sumber Dana Baru
BRI Finance.

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menegaskan bahwa lonjakan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75 persen tidak serta-merta menggeser arah strategi pendanaan yang dimiliki oleh korporasi.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani berpendapat ketetapan naiknya BI Rate ini justru memacu perusahaan untuk bersikap lebih selektif serta efisien dalam tata kelola pembiayaan.

Langkah tersebut menjadi salah satu poin krusial yang dicermati secara matang oleh jajaran manajemen dalam merumuskan skema pendanaan operasional perseroan ke depan.

“Di tengah kondisi suku bunga yang lebih tinggi, BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga struktur pendanaan yang optimal, memperkuat likuiditas, serta melakukan diversifikasi sumber pendanaan agar biaya dana tetap kompetitif dan risiko dapat dikelola dengan baik,” katanya kepada Bisnis, Senin (22/6/2026).

Ia mengutarakan bahwa pihak BRI Finance konsisten menimbang rupa-rupa opsi pendanaan alternatif, baik yang bersumber dari pinjaman lembaga perbankan maupun instrumen pasar modal.

Penentuan sumber modal baru tersebut bakal disesuaikan secara dinamis dengan tren pasar, tingkat biaya dana (cost of fund), profil jatuh tempo utang, hingga kebutuhan likuiditas internal.

“Saat ini, pinjaman perbankan masih menjadi salah satu sumber pendanaan utama karena menawarkan fleksibilitas yang baik dan hubungan yang kuat dengan para mitra perbankan,” beber Aditia.

Walakin, sambungnya, BRI Finance dipastikan tetap membuka peluang lebar untuk mengoptimalkan instrumen obligasi atau surat utang apabila iklim pasar modal dinilai akomodatif dan mampu menyodorkan struktur ongkos yang jauh lebih hemat.

Di sudut lain, Aditia menyampaikan jika dinamika kenaikan BI Rate ini otomatis menuntut perseroan untuk tampil lebih disiplin dalam mengawal pertumbuhan serta mutu kualitas aset yang dimiliki.

Kendati demikian, ketatnya kondisi moneter tersebut tidak memadamkan komitmen penuh korporasi untuk terus memacu laju ekspansi bisnis secara sehat, aman, serta berkelanjutan.

“Strategi ekspansi dilakukan secara selektif dengan mengedepankan prinsip manajemen risiko yang prudent serta fokus pada segmen pembiayaan yang memiliki kualitas baik dan potensi pertumbuhan yang positif,” jelasnya.

Lebih mendalam, dirinya memaparkan jika untuk saat ini pihak BRI Finance masih memusatkan fokus bisnis pada sektor pembiayaan konsumer dan komersial, termasuk menyasar ceruk pasar yang terkoneksi langsung dengan ekosistem induk BRI Group.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index