Menteri Amran Sebut Cadangan Beras Capai 5 Juta Ton Lebih

Menteri Amran Sebut Cadangan Beras Capai 5 Juta Ton Lebih
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengumumkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 5 juta ton.

JAKARTA - Jaminan mengenai keamanan stok cadangan beras pemerintah atau CBP Indonesia hingga Mei tahun 2027 disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan jumlah total cadangan menembus angka di atas 5 juta ton.

Amran menguraikan bahwa ketersediaan stok tersebut menjadi modal berharga bagi negara dalam mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem El Nino, menyusul langkah taktis pemerintah yang sudah mematangkan ketahanan pangan nasional sejak awal.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok kita sampai detik ini, itu 5,2 sampai 5,3 juta ton. Itu stok tertinggi sepanjang sejarah. Nah ini Alhamdulillah cukup baik," kata Amran.

Dirinya pun mengaku sangat optimis melihat ketersediaan beras domestik yang dipastikan aman dan terkendali hingga Desember, bahkan dalam hitungan kalkulasinya mampu bertahan memenuhi kebutuhan sampai pertengahan tahun depan.

"Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kami sudah sampai Mei (2027( pun cukup. Jadi tidak masalah," tambah Amran.

Kondisi tersebut berjalan seiring dengan data pembaruan Proyeksi Neraca Pangan untuk komoditas beras pada awal Juni, di mana sisa neraca akhir tahun beras Indonesia diperkirakan masih menyisakan simpanan sebanyak 16,24 juta ton.

Angka kalkulasi tersebut didapatkan dari akumulasi stok awal tahun 2026 sebesar 12,54 juta ton ditambah estimasi hasil produksi tahunan sebanyak 34,76 juta ton, kemudian dikurangi total konsumsi nasional sebesar 31,1 juta ton.

Sisa neraca komoditas beras sebesar 16,24 juta ton di akhir tahun nanti dinilai sangat mumpuni untuk mengover kebutuhan konsumsi masyarakat selama 5 bulan pada tahun 2027, terlebih pasokan akan melonjak saat panen raya di bulan Maret dan April.

Meski begitu, Amran tidak menampik adanya potensi koreksi tipis pada angka produksi 2026, berdasarkan laporan BPS yang memproyeksikan penurunan produksi beras periode Januari-Juli 2026 sebesar 0,08 juta ton dari periode yang sama tahun lalu.

"Tahun lalu surplus (produksi) 4 juta ton. Anggaplah sampai akhir tahun turun 0,2 persen, kurang lebih 80 ribu ton. (Tapi masih) surplus 4 juta ton selama 2 tahun. Jangan 0,2 persen dibandingkan tahun lalu, kan tahun lalu sudah naik tinggi. Itu (surplus) 4 juta ton," beber Amran.

Estimasi kelebihan hasil produksi sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026 ini nantinya dapat dioptimalkan sebagai target serapan komoditas demi memperkuat simpanan CBP yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index