Menkes Puji Kondisi Lapas Nusakambangan Bersih Serta Terawat

Menkes Puji Kondisi Lapas Nusakambangan Bersih Serta Terawat
Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi tinggi terhadap kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Lingkungan lapas dinilai sangat bersih, terang, serta terpelihara dengan baik sehingga sangat mendukung derajat kesehatan warga binaan.

Pernyataan positif tersebut diutarakan Menkes saat menghadiri Kick Off Skrining Tuberkulosis (TB) dengan Rontgen Dada dan Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026. Kegiatan massal bagi petugas, tahanan, narapidana, dan anak binaan se-Indonesia ini berpusat di Lapas Ngaseman, Pulau Nusakambangan, Senin.

"Ini pertama kali saya ke Nusakambangan. Saya terkejut karena bersih, terang, terawat sekali. Kalau dibandingkan dengan beberapa rumah sakit daerah, di sini bahkan lebih bersih," katanya menegaskan.

Ia mengonfirmasi sempat mempunyai persepsi yang berbeda mengenai wajah lembaga pemasyarakatan sebelum melihatnya secara langsung di Nusakambangan.

Namun setelah menyaksikan kondisi riil pada beberapa lapas di Nusakambangan, ia menganggap zona pembinaan di sana jauh lebih bagus dari apa yang ada di dalam benaknya selama ini.

“Berbagai kegiatan pembinaan seperti bercocok tanam, budi daya ikan, hingga pemeliharaan udang menunjukkan upaya pembinaan yang produktif sekaligus mendukung kebutuhan pangan warga binaan,” katanya.

Selain faktor lingkungan, ia juga memandang infrastruktur layanan kesehatan di area dalam lapas-lapas Nusakambangan sudah cukup mumpuni.

Menurut pandangannya, ruangan klinik yang disediakan terlihat higienis, terang, serta sangat layak untuk memfasilitasi kebutuhan medis bagi para warga binaan.

Ia memberikan ketegasan bahwa Kementerian Kesehatan memegang andil untuk menjamin seluruh warga negara, termasuk berkisar 274 ribu warga binaan di 532 lapas dan rutan di Indonesia, mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang seimbang.

“Lingkungan yang bersih, ventilasi yang baik, paparan sinar matahari yang cukup, aktivitas fisik, serta asupan gizi yang memadai merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjadi salah satu penyakit terbanyak di lapas,” kata Menkes.

Di sisi lain, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan komitmen kuat untuk mengokohkan peran klinik di segenap lapas dan rutan selaku wujud penyelarasan dengan program kesehatan nasional.

“Kami akan terus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan sekaligus kompetensi tenaga medis di lingkungan pemasyarakatan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada warga binaan,” katanya.

Ia juga berterima kasih atas langkah dukungan Kementerian Kesehatan yang memberikan stimulan berupa beragam alat medis, seperti monitor pasien, mesin rekam jantung, pompa infus elektronik, serta alat kesehatan lainnya.

Ia menganggap sokongan sarana tersebut bakal memperkuat operasional klinik di dalam lapas dan rutan sekaligus mengawal berjalannya program pemeriksaan kesehatan cuma-cuma secara kontinu.

Pada momentum yang sama, Menteri Imipas mengimbau kepada insan pers untuk ikut serta mengawal jalannya sistem pemasyarakatan dengan melaporkan data andai mendapati adanya pelanggaran tugas oleh jajaran sipir.

Menurut dia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memegang keteguhan untuk konsisten membenahi mutu pelayanan, terutama pada sektor pemasyarakatan yang kini menjadi poros reformasi internal.

"Kami siap menerima koreksi, terutama dari teman-teman media, bila ada perlakuan petugas yang memanfaatkan warga binaan atau melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas," katanya.

Agus menambahkan bahwa sikap adaptif terhadap evaluasi dari masyarakat luas memegang esensi vital demi mewujudkan performa pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta akuntabel.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index