Aturan Konsumsi Cokelat untuk Ibu Hamil dan Batasan Aman yang Tepat

Aturan Konsumsi Cokelat untuk Ibu Hamil dan Batasan Aman yang Tepat
Ilustrasi sedang makan coklat.

JAKARTA - Banyak wanita yang sedang mengandung mengaku menjadi lebih sering menginginkan makanan dengan cita rasa manis, salah satunya adalah cokelat. Kudapan dengan rasa yang lezat ini memang terbukti ampuh dalam mendongkrak dan memperbaiki suasana hati, namun muncul pertanyaan mengenai keamanannya untuk dikonsumsi.

Para ibu tidak perlu merasa cemas, sebab wanita hamil rupanya tetap diperbolehkan mengonsumsi cokelat asalkan porsinya tidak berlebihan. Sejumlah riset bahkan mendapati bahwa cokelat, khususnya jenis cokelat hitam, berpotensi membawa dampak positif bagi kesehatan ibu dan calon bayi.

Kendati demikian, konsumsi yang terlampau banyak tetap harus dihindari mengingat adanya kandungan kalori, gula, serta kafein di dalamnya.

Berdasarkan informasi dari laman Baby Center, cokelat dikategorikan aman untuk dikonsumsi oleh sebagian besar wanita hamil dengan catatan dalam batas wajar. Konsumsi cokelat hitam dalam porsi kecil semenjak trimester pertama bahkan disebut dapat melancarkan aliran darah menuju plasenta untuk menyuplai oksigen dan nutrisi janin.

Beberapa penelitian juga mengaitkan kudapan ini dengan penurunan risiko hipertensi serta preeklamsia selama masa kehamilan, walaupun klaim manfaat tersebut masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Batasan konsumsi tetap diperlukan karena zat gula, kalori, dan kafein yang berlebih bisa memicu dampak buruk bagi kehamilan. Organisasi kebidanan menyarankan agar asupan kafein harian tidak melewati angka 200 miligram, sehingga ibu hamil harus menghitung total kafein jika mereka juga meminum teh atau kopi.

Sebagai tolok ukur, dalam 30 gram milk chocolate terdapat kandungan kafein di bawah 10 miligram, sedangkan jenis dark chocolate memiliki sekitar 12 miligram per 30 gram.

Selain itu, kandungan gula dan kalori yang tinggi pada cokelat dapat memicu lonjakan berat badan secara berlebih jika dikonsumsi terlalu sering. Dokter biasanya meminta pembatasan ketat apabila ibu mengalami diabetes gestasional, gangguan kontrol gula darah, atau kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Ibu hamil dapat menyiasatinya dengan memadukan potongan cokelat hitam ke dalam yogurt tinggi protein ataupun buah-buahan segar agar kebutuhan nutrisi harian tetap terjaga.

Merujuk data NHS, ibu hamil juga diwajibkan menghindari beberapa jenis asupan yang rentan membawa bakteri atau zat berbahaya untuk janin. Jenis makanan tersebut meliputi susu dan keju tanpa pasteurisasi karena risiko bakteri Listeria, serta daging mentah atau setengah matang yang bisa memicu toksoplasmosis.

Hindari pula konsumsi hati karena kadar vitamin A yang terlampau tinggi, hidangan laut mentah seperti sushi, minuman beralkohol, kafein berlebih, serta buah dan sayur yang belum dicuci bersih.

Demi menjaga kehamilan yang sehat, pastikan untuk mengimbangi konsumsi makanan manis dengan pola makan bergizi seimbang. Bagi ibu yang memiliki kondisi medis khusus atau kehamilan dengan risiko tinggi, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu mengenai menu makanan harian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index