Studi Ungkap Potensi Magnesium dalam Membantu Mengatasi Susah Tidur

Studi Ungkap Potensi Magnesium dalam Membantu Mengatasi Susah Tidur
Ilustrasi Minum Magnesium

JAKARTA — Kondisi susah tidur memicu sebagian orang untuk menempuh bermacam cara demi memperoleh istirahat yang berkualitas. Salah satu elemen yang akhir-akhir ini jamak dihubungkan dengan tingkat kenyamanan tidur adalah magnesium.

Zat mineral ini dinilai mampu merangsang tubuh agar menjadi lebih santai sekaligus menunjang kinerja jaringan saraf yang mengendalikan pola tidur. Sederet riset ilmiah memang menjumpai adanya khasiat tersebut, namun seberapa besar efektivitas magnesium dalam menolong proses tidur?

Magnesium tergolong zat mineral makro yang memegang andil dalam bermacam sistem kerja tubuh, termasuk metabolisme otot serta saraf. Korelasinya dengan aktivitas tidur terbilang rumit lantaran mineral ini turut bekerja dalam beberapa sistem mekanis yang mengondisikan tubuh untuk istirahat.

Merujuk laporan ilmiah dari Nature and Science of Sleep, asupan magnesium berpotensi memotong stimulasi berlebih di jaringan saraf serta memicu pengenduran otot. Unsur mineral ini juga memiliki keterikatan dengan ritme sirkadian alias jam internal tubuh yang memosisikan siklus terjaga dan tidur.

Satu di antara cara kerja magnesium ini berhubungan erat dengan GABA, yakni senyawa kimiawi pada otak yang bertugas menenteramkan aktivitas sel saraf. Magnesium juga sanggup menekan kepanikan berlebih pada otak yang membuat tubuh sulit beristirahat menjelang malam hari.

Bukan cuma itu, kandungan magnesium turut diasosiasikan dengan proses sekresi melatonin, zat hormon yang memegang kendali atas penentuan waktu tidur dan bangun. Unsur mineral ini pun disinyalir andil dalam memangkas produksi kortisol atau hormon pemicu stres agar tubuh menjadi lebih tenang.

Walau mempunyai segudang mekanisme yang menguntungkan bagi tidur, bukan berarti tindakan mengonsumsi suplemen magnesium otomatis membebaskan seseorang dari kendala insomnia.

Dalam laporan riset yang dirilis pada jurnal yang sama, tim peneliti mengikutsertakan sebanyak 155 individu dewasa dengan rentang usia 18 sampai 65 tahun yang mengidap kualitas tidur buruk. Seluruh subjek riset dikelompokkan ke dalam dua bagian, yakni tim yang mengonsumsi magnesium bisglycinate serta kelompok plasebo.

Kelompok yang dipasok magnesium memperoleh suplemen dengan takaran isi 250 miligram per hari, yang ditelan dalam durasi 30 hingga 60 menit menjelang istirahat malam selama masa empat pekan.

Hasil akhirnya menunjukkan bahwa kelompok pengguna magnesium mendapati penyusutan angka skor Insomnia Severity Index yang lebih signifikan ketimbang kelompok kontrol plasebo. Kendati demikian, peneliti menggarisbawahi bahwa dampak positif yang dijumpai masih masuk kategori minor.

Efek positif tersebut juga terbukti bekerja lebih masif bagi para peserta yang sejak awal riset kedapatan mempunyai kadar pemenuhan magnesium harian yang rendah. Catatan empiris ini memperlihatkan kalau magnesium berpeluang menolong sebagian individu yang didera mutu tidur buruk.

Akan tetapi, riset medis yang dikerjakan ini masih sebatas mengukur mutu tidur bersandarkan pada kesaksian berkala para peserta, bukan lewat proses pemantauan klinis organ tidur secara langsung.

Lantas, apakah asupan magnesium murni berfaedah untuk tidur? Kesimpulannya, asupan ini sanggup memberikan bantuan, akan tetapi khasiatnya tidak berlaku sama untuk setiap orang. Magnesium lebih tepat diposisikan sebagai zat mineral penopang proses beristirahat, bukan sebuah obat insomnia paten yang pasti membuat seseorang langsung terlelap seketika.

Manfaatnya disinyalir akan lebih terasa bagi kalangan yang mengalami defisiensi magnesium atau mempunyai rekam tidur yang berantakan. Kebalikannya, bila kendala tidur dipicu oleh faktor klinis lain layaknya sleep apnea, gangguan stres kronis, kecemasan akut, depresi, konsumsi kafein berlebih, atau siklus tidur yang kacau, maka asupan magnesium tunggal saja kemungkinan besar tidak akan mencukupi.

Keberadaan magnesium barangkali bisa menstimulasi tubuh agar berada dalam kondisi siap beristirahat. Namun begitu, zat mineral ini bukan sebuah jalan instan untuk memicu tidur lelap, terutama jika akar masalah mendasar yang mengganggu siklus tidur Anda belum dibereskan secara tuntas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index