JAKARTA - Memantau pergerakan harga terkini dari emas Antam maupun jenis perhiasan senantiasa menjadi acuan utama bagi masyarakat yang hendak berinvestasi. Hal tersebut dikarenakan nilai komoditas ini dapat mengalami fluktuasi setiap harinya.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Logam Mulia, nilai jual emas batangan produksi Antam terpantau masih bertahan di posisi yang sama dengan sesi perdagangan sebelumnya. Nominal emas Antam berukuran 1 gram dipatok sebesar Rp2.789.000 dengan nilai buyback berada di angka Rp2.583.000 per gram.
Sementara itu, untuk banderol emas perhiasan berkadar 24 karat di wilayah Lampung berada pada kisaran Rp2.790.000 sampai Rp2.920.000 per gram. Kepastian nilai transaksi tersebut sangat bergantung pada toko yang menjual serta biaya produksi pembuatan.
Bagi pecahan 0,5 gram dipatok Rp1.444.500, lalu untuk ukuran 2 gram senilai Rp5.518.000, serta ukuran 3 gram dijual Rp8.252.000. Untuk kepingan seberat 5 gram dihargai Rp13.720.000, pecahan 10 gram sebesar Rp27.385.000, dan ukuran 25 gram senilai Rp68.337.000.
Selanjutnya, untuk cetakan 50 gram dipasarkan Rp136.595.000, kepingan 100 gram seharga Rp273.112.000, pecahan 250 gram sebesar Rp682.515.000, ukuran 500 gram senilai Rp1.364.820.000, hingga ukuran terbesar 1.000 gram menyentuh Rp2.729.600.000.
Beralih pada sektor perhiasan, untuk emas berkadar 23 karat memiliki rentang nilai jual sebesar Rp2.670.000 sampai Rp2.790.000 per gram. Kemudian untuk emas perhiasan dengan kadar 22 karat dipasarkan mulai dari Rp2.560.000 hingga Rp2.670.000 per gram.
Adapun untuk perhiasan yang memiliki tingkat kemurnian 18 karat dapat dibawa pulang dengan kisaran dana Rp2.090.000 sampai Rp2.220.000 per gram. Besaran nilai jual tersebut bisa berbeda di tiap gerai lantaran dipengaruhi desain dan ongkos tempa.
Secara umum, terdapat empat aspek krusial yang mendominasi arah gerak nilai jual logam mulia ini di pasar global maupun domestik, yakni dinamika pergeseran harga emas dunia serta kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di samping itu, tinggi rendahnya tingkat permintaan pasar untuk keperluan investasi maupun koleksi perhiasan, serta besaran komponen ongkos pembuatan perhiasan turut andil menjadi indikator penentu utama.