JAKARTA - Kementerian Agama meminta adanya akselerasi guna mempercepat perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi santri di pondok pesantren, madrasah, serta berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai rapat terbatas mengenai Perbaikan Tata Kelola MBG di Jakarta, Rabu (29/7/2026), menyampaikan bahwa santri pondok pesantren amat membutuhkan program tersebut, namun jumlah penerima manfaat sejauh ini masih tergolong minim.
"Pondok pesantren ini boleh dikatakan yang paling memerlukan sentuhan, tetapi ternyata baru satu persen yang bisa tersentuh oleh program ini," kata dia yang hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Nasaruddin mengaku optimistis lewat dukungan penuh dari kementerian dan lembaga terkait, berbagai hambatan yang ada dapat diatasi guna mempercepat pemenuhan gizi para santri.
Secara khusus, ia menaruh keyakinan tinggi pada kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus bergerak cepat menuntaskan penyelarasan data penerima manfaat.
Kemenag menilai bahwa pendataan yang terintegrasi—mencakup jumlah target santri serta pemetaan zonasi wilayahnya—menjadi faktor terpenting sekaligus tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan keagamaan.
Berdasarkan catatan Kemenag, saat ini ada lebih dari 6,2 juta santri yang tersebar di 42 ribu lembaga pendidikan pesantren di seluruh tanah air.
"Dan dengan demikian kalau data kita tepat, maka saya kira gampang sekali kita mengurai permasalahan," tegasnya.
Nasaruddin pun memastikan Kementerian Agama akan proaktif memfasilitasi kemitraan antara BGN dengan seluruh jaringan pesantren serta madrasah demi mengejar target pemenuhan gizi santri secara merata.