Aturan Baru New RBC Buat Perusahaan Asuransi Fokus Efisiensi Modal

Aturan Baru New RBC Buat Perusahaan Asuransi Fokus Efisiensi Modal
Ilustrasi Asuransi.

JAKARTA - Penerapan skema baru perhitungan tingkat solvabilitas alias Risk Based Capital (New RBC) diperkirakan membawa konsekuensi tersendiri bagi jajaran perusahaan asuransi yang memiliki permodalan terbatas.

Pengamat asuransi Dedi Kristianto menilai, penurunan rasio solvabilitas pada mayoritas entitas saat uji simulasi New RBC pada dasarnya mencerminkan penyesuaian metodologi yang kini jauh lebih berbasis risiko.

“Sehingga bukan memburuknya kondisi fundamental perusahaan. Namun, bagi perusahaan dengan modal terbatas, hal ini tetap dapat memengaruhi kapasitas underwriting, ekspansi bisnis, dan pengelolaan modal,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (12/8/2026).

Dedi menekankan, fokus prioritas bagi korporasi asuransi guna mempertahankan tingkat solvabilitas pasca berlakunya New RBC adalah memaksimalkan efisiensi modal lewat alur underwriting yang lebih selektif, penataan reasuransi, pengelolaan aset dan liabilitas (ALMA), serta penguatan manajemen risiko.

“Penambahan modal menjadi opsi apabila langkah-langkah tersebut belum mencukupi,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan implementasi New RBC bakal memicu pergeseran preferensi perusahaan dalam menentukan lini bisnis maupun jenis risiko yang dikembangkan. Perusahaan diprediksi bakal memprioritaskan sektor yang menyumbang hasil optimal dengan kebutuhan modal minimal, sekaligus lebih ketat terhadap produk berisiko klaim serta fraud tinggi.

Langkah pengelolaan risiko berbasis analisis data bakal menjadi instrumen kunci yang menentukan arah navigasi bisnis di industri perasuransian masa depan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Peraturan OJK terkait Kewajiban Rasio Solvabilitas Minimum (KRSM) atau New RBC bagi sektor asuransi dan reasuransi dapat disahkan sebelum penutupan tahun 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa pihaknya sedang memfinalisasi draf POJK tersebut dalam rangka memperkokoh struktur permodalan nasional.

Ogi memaparkan bahwa pembaruan formulasi New RBC ditujukan guna menyelaraskan pengukuran modal dengan standar internasional, mendukung adopsi PSAK 117 tentang kontrak asuransi, serta memantapkan kesiapan industri menyongsong Program Penjaminan Polis (PPP).

“Rancangan POJK tersebut saat ini telah dimintakan masukan kepada industri dan ditargetkan dapat diterbitkan sebelum akhir tahun 2026,” kata Ogi dalam konferensi pers daring RDKB OJK Juli 2026, Selasa (4/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index