JAKARTA - Kejeniusan umumnya lekat dengan keahlian menghasilkan ide yang orisinal, berpikir kreatif, serta mencermati maupun membayangkan suatu hal dari kacamata yang berbeda.
Akan tetapi, hingga detik ini para ilmuwan masih belum bisa memastikan secara pasti hal yang menyebabkan seseorang memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi.
Riset yang dimuat pada jurnal Psychology Spot pada 1994 menunjukkan adanya keterkaitan antara gen yang berhubungan dengan kecerdasan anak serta kromosom X.
Meski demikian, faktor genetik bukanlah satu-satunya aspek yang menjadi penentu tingkat kecerdasan seseorang.
Para peneliti memperkirakan sekitar 40 persen hingga 60 persen tingkat kecerdasan dipengaruhi oleh faktor keturunan, sedangkan sisanya berikatan dengan kondisi lingkungan sekitar.
Tidak terdapat patokan resmi yang sanggup dipakai secara mutlak untuk memberi label seorang anak sebagai sosok yang jenius.
Kendati demikian, seperangkat perilaku serta kemampuan tertentu umumnya nampak pada anak yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi, berikut cirinya:
Selalu membutuhkan stimulasi mental
Memiliki kemampuan untuk mempelajari topik baru dengan cepat
Memiliki kemampuan memproses informasi baru dan kompleks dengan cepat
Mempunyai dorongan untuk mendalami topik tertentu secara mendalam
Memiliki rasa ingin tahu yang tak terpuaskan, kerap ditunjukkan lewat berbagai pertanyaan
Mampu mempelajari materi pelajaran untuk tingkatan kelas yang lebih tinggi
Memiliki kedalaman serta kepekaan emosional
Menyukai topik atau kegemaran yang unik
Mempunyai selera humor yang dewasa maupun unik
Bersifat imajinatif serta mampu menemukan jalan keluar kreatif atas suatu masalah
Cepat dalam belajar
Cenderung lebih sadar ketimbang anak-anak sebayanya mengenai diri sendiri, dinamika sosial, hingga isu global