JAKARTA - Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) membidik olahraga domino agar dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut diambil setelah PB Orado secara resmi diterima serta dilantik sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial, menyatakan bahwa target besar itu harus didukung struktur organisasi yang solid, pembinaan atlet berjenjang, kepastian regulasi, serta keaktifan kompetisi dari tingkat daerah hingga nasional.
"Kami harus membuktikan bahwa organisasi ini kuat, pembinaannya berjalan, atletnya berkualitas, regulasinya jelas, serta kompetisinya aktif dari daerah hingga nasional. Itu yang menjadi modal untuk menuju PON 2028," kata Yooky seusai pelantikan di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis.
Yooky menegaskan pengakuan dari KONI Pusat merupakan dasar penting untuk menata sistem pembinaan domino secara terstruktur di seluruh wilayah Indonesia.
"Status resmi ini bukan untuk membuat kami merasa lebih tinggi dari pihak lain. Ini merupakan amanah untuk menaungi, menata, membina, dan mengembangkan olahraga domino secara resmi dan berjenjang," ujarnya.
Saat ini, kepengurusan Orado telah tersebar di 38 provinsi dan 309 kabupaten/kota. Jaringan luas tersebut akan dimanfaatkan guna merangkul seluruh komunitas serta pemain domino di daerah.
Yooky turut menambahkan bahwa kehadiran PB Orado bertujuan untuk merangkul semua pihak dan tidak memperlebar jarak dengan kelompok domino yang sudah ada sebelumnya.
"Kami ingin menyatukan insan domino Indonesia dalam satu wadah, sistem, dan tujuan yang sama, bukan mempertajam perbedaan yang ada," kata dia.
Usai resmi dilantik, PB Orado memprioritaskan penyusunan sistem kompetisi, pembentukan klub, peningkatan kapasitas wasit, serta penyelenggaraan turnamen profesional.
PB Orado juga berencana menggarap domino menjadi bagian industri olahraga yang bernilai prestasi, hiburan, sekaligus menggerakkan roda ekonomi.
Pemanfaatan teknologi juga bakal diterapkan untuk membuat jalannya pertandingan makin menarik serta mudah dinikmati publik luas.
"Kami ingin pertandingan domino dapat ditonton dengan menarik. Ke depan, kami akan membangun klub, turnamen, liga, merchandise, serta membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak," ujarnya.
Kendati demikian, Yooky menekankan bahwa para atlet tetap memegang peranan utama dalam pengembangan olahraga ini secara keseluruhan.
"Atlet harus menjadi bintang. Mereka yang harus dikenal, meraih prestasi, menjadi duta olahraga, dan menginspirasi generasi berikutnya," kata Yooky.
Pengakuan resmi KONI diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun citra domino sebagai olahraga yang sportif, profesional, dan diminati generasi muda.
"KONI telah memberikan kepercayaan kepada kami. Sekarang tugas kami membuktikan bahwa kepercayaan tersebut diberikan kepada organisasi yang tepat," ujarnya.