KAI Bangun 3.784 Unit Hunian TOD Manggarai Termasuk Rumah Subsidi

KAI Bangun 3.784 Unit Hunian TOD Manggarai Termasuk Rumah Subsidi
PT KAI melakukan groundbreaking hunian terjangkau di lahan 2,2 hektare kawasan Manggarai, Jumat (21/8).

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengawali pembangunan hunian vertikal di kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek yang memberdayakan lahan milik KAI seluas 2,2 hektare tersebut dirancang untuk menghadirkan 3.784 unit hunian, mencakup 1.232 unit yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah (MBM).

Awal pengerjaan ditandai melalui prosesi peletakan batu pertama pada Blok F dan Blok G, Jumat (21/8/2026). Kedua blok ini merupakan fase perdana dari pengembangan area pemukiman yang terkoneksi langsung dengan angkutan massal di sekitar Stasiun Manggarai.

Blok F membentang seluas 1,5 hektare atau sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencakup area seluas 0,7 hektare atau sekitar 6.925 meter persegi. Total area yang difungsikan mencapai 2,2 hektare atau 21.939 meter persegi, berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pembangunan proyek hunian ini ditujukan guna mengoptimalkan aset perseroan, sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap kelancaran Program 3 Juta Rumah bentukan pemerintah.

"Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan tetap menempatkan keselamatan dan kelancaran layanan kereta api sebagai prioritas utama," ujar Bobby, Jumat (21/8/2026).

Dari total akumulasi 3.784 unit, Blok G akan memuat 1.276 unit yang terbagi ke dalam tiga menara, sementara Blok F menyediakan 2.508 unit yang tersebar di lima menara. Tiap-tiap menara dirancang menjulang setinggi 24 lantai.

KAI turut menyediakan 150 unit area komersial atau ruang ritel sebagai sarana penunjang, terdiri dari 72 unit di Blok G serta 78 unit di Blok F. Mengusung konsep TOD, area tersebut ditata agar fungsi tempat tinggal, sarana transportasi publik, tempat usaha, serta dinamika keseharian warga dapat terintegrasi.

Bagi kategori hunian MBR dan MBM, KAI telah mencadangkan 1.232 unit yang terdiri atas 308 unit MBR dan 924 unit MBM. Di sisi lain, sebanyak 2.508 unit sisanya dialokasikan sebagai hunian komersial. Skema ini menjadikan proyek Manggarai tak sekadar berfungsi sebagai rusun terjangkau, melainkan kawasan hunian terpadu di jantung kota.

Opsi tipe unit yang ditawarkan cukup beragam. Blok G menyediakan tipe studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, serta tipe 45. Sementara itu, Blok F menawarkan pilihan tipe 36, 45, hingga tipe 52 dengan fasilitas tiga kamar tidur.

Bagi kelompok MBR, kepemilikan unit akan ditopang fasilitas skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tingkat bunga 6 persen serta durasi tenor mencapai 40 tahun. Skema ini dimaksudkan demi memperluas akses pembiayaan properti yang lebih ramah di kantong masyarakat.

Bobby menegaskan bahwa pengembangan kawasan Manggarai ini memegang teguh tiga pilar utama, yaitu layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Ketiganya mencakup pemenuhan standar keamanan dan kenyamanan, penyesuaian skema program pemerintah, hingga efisiensi pemanfaatan lahan yang terkoneksi langsung ke jaringan angkutan umum.

"Dan kami akan menjaga governance bahwa hunian di tengah kota ini akan meng-address masyarakat-masyarakat berpenghasilan rendah yang sesuai kualifikasinya, yang telah disyaratkan oleh pemerintah," kata Bobby.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo yang turut hadir dalam acara peluncuran tersebut mengutarakan bahwa pembangunan hunian vertikal di Manggarai menjadi pijakan krusial dalam percepatan eksekusi Program 3 Juta Rumah.

"Ini suatu prestasi yang luar biasa, memang kami harus melalui suatu masa yang tidak gampang. Dan sekarang setelah hampir dua tahun Prabowo Subianto jadi presiden, kami bisa melihat proyek vertikal yang pertama, yang kami berbangga nanti 24 lantai di pusat ibu kota Jakarta," ujar Hashim.

Pengerjaan Blok G dijadwalkan menjadi prioritas tahap pertama, sedangkan pengerjaan Blok F disiapkan setelah proses penataan lahan rampung. KAI juga tengah mematangkan Dokumen Master Plan dan Panduan Rancang Kota (PRK) demi pengembangan area TOD Manggarai secara utuh.

Secara garis besar, peta perencanaan TOD Manggarai mencakup kawasan seluas 129 hektare, di mana sekitar 64 hektare di antaranya merupakan aset milik KAI. Lewat proyek hunian Blok F dan G, perseroan mulai mentransformasi sebagian aset strategis di sekitar simpul transportasi utama Jakarta menjadi area permukiman yang terhubung ke jaringan angkutan massal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index