Panduan Lengkap Standar Fast Charging USB-C: USB PD, PPS, hingga SuperVOOC

Panduan Lengkap Standar Fast Charging USB-C: USB PD, PPS, hingga SuperVOOC

TRENENERGI.COM — Kebingungan soal standar pengisian cepat memang wajar. Pasalnya, istilah "fast charging" kini menjadi payung besar yang menaungi berbagai teknologi dengan nama dan mekanisme berbeda. Mulai dari USB Power Delivery (PD) yang bersifat universal, PPS yang lebih presisi, hingga SuperVOOC dan HyperCharge yang proprietary. Padahal, di balik kerumitan nama-nama tersebut, prinsip dasarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Dulu, pengisian daya USB hanya mengalirkan daya dalam jumlah kecil. Kebutuhan yang meningkat mendorong tiap perusahaan mengembangkan pendekatannya sendiri, menghasilkan standar seperti Qualcomm Quick Charge, SuperVOOC dari Oppo, dan HyperCharge dari Xiaomi.

Perlu dipahami, memiliki perangkat dengan port USB-C tidak otomatis berarti mendukung pengisian cepat. Banyak perangkat USB-C justru mentok di kecepatan rendah, sementara lainnya memakai metode quick charging non-PD. Kecepatan maksimal lebih ditentukan oleh protokol internal perangkat, bukan sekadar bentuk portnya.

Mengapa Charger 100W Tidak Selalu Mengisi HP 20W Lebih Cepat?

Untuk mendapatkan kecepatan pengisian tertinggi, perangkat, kabel, dan charger harus saling mendukung. Menancapkan HP dengan dukungan maksimal 20W ke charger 100W tidak akan menghasilkan daya 100W. Jika protokol fast charging di HP tidak didukung oleh charger, pengisian akan berjalan lambat atau standar.

USB PD dan PPS: Standar Universal yang Paling Banyak Dipakai

Saat ini, USB Power Delivery (USB PD) adalah standar paling universal, digunakan luas di ponsel, tablet, laptop, hingga konsol game portabel. Versi terbaru, USB PD 3.1, mendukung daya hingga 240W yang ditujukan untuk perangkat berat seperti laptop dan monitor. Sementara itu, USB PD 3.2 menjadi

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index