TRENENERGI.COM — Rekapitulasi penjualan selama GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang pada 30 Juli hingga 9 Agustus lalu menunjukkan peta persaingan yang berubah drastis. Jika digabung, total SPK tiga merek China teratas—BYD (4.000+), Chery (3.500), dan Wuling (3.290)—mencapai sekitar 10.790 unit. Angka itu nyaris menyamai gabungan Toyota (6.175), Mitsubishi Motors (3.212), dan Suzuki (1.336) yang membukukan sekitar 10.723 unit.
Toyota Bertahan Berkat Lini Keluarga, China Menyerbu dari Segmen EV
Ketahanan Toyota di puncak klasemen tidak lepas dari performa lini kendaraan keluarga. Keluarga Innova menyumbang 2.221 unit pesanan selama pameran, hampir 36% dari total SPK merek tersebut. Model ini menjadi tulang punggung yang menjaga jarak Toyota dari kejaran BYD yang langsung menempati posisi kedua lewat kekuatan kendaraan listriknya.
Di sisi lain, Wuling membuktikan bahwa elektrifikasi bukan sekadar tren. Dari 3.290 SPK yang dikantongi, Air EV menyumbang 2.238 unit atau sekitar 68% dari total penjualan. Angka ini menegaskan bahwa konsumen Indonesia mulai menjadikan mobil listrik sebagai pilihan utama, bukan sekadar alternatif.
Chery Q Jadi Primadona, Mitsubishi Lampaui Target Berkat New XForce HEV
Chery mencatatkan lompatan signifikan dengan 3.500 SPK, meningkat tajam dibandingkan edisi sebelumnya. Model Q menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 1.750 unit atau setengah dari total pesanan merek asal China tersebut.
Sementara itu, Mitsubishi Motors menjadi penyelamat gengsi Jepang di posisi kelima dengan 3.212 SPK. Capaian ini melampaui target internal perusahaan. New XForce HEV menjadi pendorong utama setelah mencatatkan lebih dari 1.000 unit sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.
Honda Tertinggal, Geely dan GAC Aion Mengintip
Honda harus puas berada di peringkat kedelapan dengan 1.939 SPK. Posisi ini jauh tertinggal dari Geely yang membukukan 3.033 SPK dan GAC Aion dengan 2.170 SPK. Kedua merek China tersebut berhasil memanfaatkan momen GIIAS untuk memperluas pangsa pasar mereka di Indonesia.
Di luar sepuluh besar, persaingan juga ketat. Isuzu mengumpulkan 1.180 SPK, Changan 1.120 SPK, MG Motor 1.088 SPK, dan Jetour 1.038 SPK. iCAR mencatatkan lebih dari 1.000 SPK, sementara DFSK membukukan 625 unit. Daihatsu, yang biasanya menjadi pemain utama di pasar domestik, hanya mampu mengumpulkan 591 SPK dan berada di peringkat 16.
Peta Persaingan Berubah: Hybrid Jadi Senjata Jepang, EV Andalan China
Pergeseran ini menunjukkan perubahan fundamental perilaku konsumen di pasar otomotif nasional. Merek China mengandalkan mobil listrik murni untuk mengerek penjualan, sementara pabrikan Jepang mulai mengandalkan teknologi hybrid sebagai daya tarik utama. Mitsubishi dengan New XForce HEV menjadi contoh bagaimana teknologi elektrifikasi bertahap masih bisa diterima pasar.
GIIAS 2026 menjadi barometer bahwa konsumen Indonesia tidak lagi melihat asal negara sebagai pertimbangan utama. Pilihan semakin luas, dan persaingan kini bertumpu pada harga, fitur, serta kesiapan jaringan purna jual. Jepang masih memimpin, tetapi jaraknya dengan China kini hanya setipis 67 unit. Satu pameran berikutnya bisa mengubah segalanya.