MEDC Pertahankan Saham AMMN Pertimbangkan Prospek Emas dan Tembaga

MEDC Pertahankan Saham AMMN Pertimbangkan Prospek Emas dan Tembaga
Ilustrasi Offshore PSC PT Medco Energi Internasional Tbk.

JAKARTA — PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sempat menjadi penahan laju pertumbuhan laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) pada awal tahun lalu.

Kini, AMMN kembali mencetak laba bersih dan memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan konsolidasi MEDC. Manajemen pun menegaskan belum memiliki rencana melepas kepemilikan saham pada anak usahanya tersebut.

Direktur & Chief Financial Officer MEDC Benny Setiawan menyatakan bahwa bagi MEDC, AMMN merupakan bentuk investasi strategis yang memberikan kontribusi baik, didukung oleh prospek komoditas emas dan tembaga yang dinilai sangat cerah ke depan.

"Di sisi lain, opsi untuk memonetisasi memang selalu ada. Namun opsi itu masih perlu kami kaji lebih lanjut, termasuk dari sisi valuasi, waktu, dan manfaatnya. Apabila nanti terdapat keputusan yang bersifat material, tetau akan kami umumkan kepada publik," ujarnya dalam Public Expose, Rabu (9/9/2026).

Sepanjang triwulan I/2026, MEDC membukukan laba bersih hingga US$67,36 juta, melesat tajam dari capaian US$17,62 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Pada kurun waktu serupa, AMMN mampu mengantongi laba bersih senilai US$160,16 juta, berbalik pulih dari posisi rugi bersih US$178,33 juta pada kuartal I/2025. Per 31 Maret 2026, MEDC menguasai 20,92 persen saham AMMN.

Dari lini operasional, AMMN memproduksi 101 juta pon (Mlbs) tembaga serta 136.000 troy ounce emas pada kuartal I/2026. Perseroan mematok target tahunan sebesar 485 Mlbs tembaga dan 579.000 troy ounce emas, yang masing-masing telah terealisasi 21 persen dan 23,5 persen.

Melihat riwayat sebelumnya, laba bersih MEDC pada tahun buku 2025 sempat terkoreksi menjadi US$100,92 juta dari sebelumnya US$367,35 juta pada 2024. Sejalan dengan itu, laba bersih AMMN turut menyusut dari US$636,89 juta menjadi US$248,97 juta.

Dampak kinerja AMMN terhadap MEDC amat terlihat pada kuartal I/2025 saat entitas tambang tersebut merugi. Kala itu, walau pendapatan MEDC tumbuh 0,7 persen YoY menjadi US$560 juta, laba bersihnya merosot 75,8 persen YoY menjadi US$18 juta akibat menanggung beban kerugian entitas asosiasi sebesar US$20 juta.

Mengenai strategi pengembangan bisnis ke depan, Direktur & Chief Operating Officer MEDC Amri Siahaan menegaskan bahwa sektor tambang emas tetap ditempatkan sebagai satu dari tiga pilar utama bisnis MEDC bersama minyak bumi, gas, dan kelistrikan.

"Kombinasi peningkatan volume, disiplin biaya, dan portfolio yang terdiversifikasi menjadi dasar yang kuat bagi kinerja kami. Diversifikasi ini membantu menjaga ketahanan bisnis sekaligus menjadikan pilihan pertumbuhan jangka panjang yang lebih fleksibel," ujar Amri

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index