Rights Issue NexAI Digital Incar Rp2,4 Triliun untuk AI Data Center

Rights Issue NexAI Digital Incar Rp2,4 Triliun untuk AI Data Center
Ilustrasi Ai.

JAKARTA - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV) mengantongi izin pemegang saham untuk mengeksekusi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue melalui penerbitan maksimal 285,73 juta saham baru.

Presiden Direktur NexAI Digital Infrastruktur Ahmad Zulfikar menyampaikan persetujuan rights issue tersebut diraih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 September 2026.

“Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat,” ujar Ahmad dalam pernyataan tertulis, dikutip Kamis (10/9/2026).

RUPSLB MGLV dihadiri pemegang saham yang mewakili 1,87 miliar saham atau 98,094 persen dari seluruh pemilik hak suara sah.

Selain rights issue, pemegang saham menyetujui rencana penjualan anak perusahaan kepada pihak ketiga serta pengalihan aset dan liabilitas perseroan.

Melalui PMHMETD I, MGLV bakal menerbitkan maksimal 285.732.512 saham baru bernilai nominal Rp20 per saham.

Harga pelaksanaan akan ditetapkan dalam prospektus, dengan perkiraan perolehan dana mencapai Rp2,40 triliun berdasarkan asumsi harga Rp8.400 per saham.

Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi dialokasikan untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) pada PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).

Sisa dana diplot sebagai modal kerja, belanja modal, pengembangan usaha, serta pembayaran utang usaha kegiatan data center.

Apabila hanya pemegang saham pengendali yang mengeksekusi haknya, alokasi dana diprioritaskan untuk pengambilalihan piutang NDC pada NAC dan NGC, lalu sisanya ditujukan bagi operasional data center.

Perseroan memperkirakan rights issue ini memicu lonjakan kas bertambah Rp2,4 triliun, total aset naik menjadi Rp2,53 triliun, dan ekuitas melambung ke Rp2,47 triliun.

Sementara pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal sebesar 13,04 persen.

Di pasar saham, harga MGLV menguat 1,01 persen atau 150 poin ke level Rp15.000 pada perdagangan Kamis (10/9/2026) sore.

Dalam sebulan terakhir saham MGLV melesat 79,10 persen, sedangkan secara tahun berjalan (ytd) meroket hingga 519,83 persen.

Selain rights issue, pemegang saham menyetujui transformasi bisnis yang mencakup penataan ulang portofolio, divestasi anak usaha, serta akuisisi saham NAC dan NGC.

Ahmad menegaskan bahwa divestasi dan akuisisi tersebut merupakan langkah konkret dalam memfokuskan lini bisnis ke sektor baru.

“Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio perseroan sesuai fokus usaha yang baru. Kedua perusahaan ini akan memperkuat fondasi operasional dan strategi pengembangan bisnis AI data center kami,” tambah Ahmad.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index